Antara Mudik Ilahi dan Mudik Duniawi

Pemudik berdesak-desakan untuk pulang ke kampung.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

Melalui tulisan ini, penulis mengajak kepada diri sendiri dan kepada para pembaca bahwa, kehidupan di dunia ini hanya sementara, dan akan ada kehidupan lagi setelah ini.

Kita akan "mudik" bersama-sama ke tempat asal kita walaupun waktu dan tempat yang berbeda, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas seluruh perbuatan yang telah kita perbuat. Semoga kita termasuk orang-orang yang mudik dalam keadaan diterima amal-amal saleh kita, dan menjadi golongan orang-orang yang bertakwa. (Tulisan ini dikirim oleh Aroz, Surabaya)