Mahasiswi Keperawatan Undip Bentuk Kader Kesehatan SD

Pemeriksaan telinga oleh Kader Mungil.
Sumber :
  • U-Report

VIVA.co.id – Lima mahasiswi jurusan keperawatan, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro atau Undip mengadakan pengabdian berupa pemeriksaan kesehatan siswa di SD Negeri Pudakpayung 02, Jalan Payung Asri, RT 02 RW 01, Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kabupaten Semarang.

Hanifah Dian Anugraheni, selaku Ketua Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-M), menyatakan jika pengabdian yang dilakukan merupakan hal yang baru dalam dunia pengabdian, khususnya dalam dunia kesehatan.

“Bagaimana tidak? Selama ini telah kita ketahui bersama kalau pemeriksaan kesehatan biasanya dilakukan oleh tenaga kesehatan di rumah sakit saja, tapi hal tersebut kini bisa dilakukan oleh siswa Sekolah Dasar,” ungkapnya. KAMUS SADAR SEHAT yang merupakan singkatan dari Kader Mungil Sekolah Dasar Sehat bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan siswa.

Kader mungil berjumlah 40 anak yang terdiri dari siswa kelas 3 dan 4 telah diberikan pelatihan sebanyak empat kali. Dengan materi pelatihan meliputi kesehatan tangan, gigi, telinga, dan mata. Pembelajaran yang berlangsung menggunakan metode fun learning, pemberian motivasi, dan demonstrasi.

Untuk alat bantu (media) yang digunakan meliputi modul dalam bentuk komik, slide power point setiap materi, dan alat peraga untuk membuat kader mudah dalam memahami pelajaran. Setelah pelatihan, kader mungil melaksanakan pemeriksaan kepada siswa yang ada di SD Negeri Pudakpayung 02.

Gabby (9), salah satu kader mungil mengaku senang dengan kegiatan yang diadakan oleh kakak-kakak dari Keperawatan Undip ini. “Kak, sekarang aku bisa memeriksa teman-temanku dan bisa menjelaskan cara cuci tangan yang benar,” ujarnya. Dalam pemeriksaan terakhir juga terlaksana acara penutupan secara sederhana.

Acara yang dihadiri oleh Kepala Sekolah SD Negeri Pudakpayung 02, beberapa guru, dan 40 kader mungil ini berlangsung hikmat. Tim PKM-M KAMUS SADAR SEHAT dalam acara penutupan kemarin juga mengajak pihak sekolah dan kader mungil untuk berdiskusi mengenai rencana tindak lanjut program.

“Saya ingin program ini tetap dilaksanakan di sekolah, Mbak. Tentunya dengan monitor dari kakak-kakak mahasiswa dalam pelaksanaan pelatihannya,” jelas ibu kepala SD Pudakpayung 02.

Dari pihak tim PKM-M KAMUS SADAR SEHAT juga menawarkan untuk merenovasi interior UKS sehingga dapat diatur ulang untuk memudahkan kader mungil dalam melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. “UKS ini nanti bisa dibagi menjadi empat bagian. Untuk bagian mata, telinga, tangan, serta gigi dan mulut,” ujar salah satu anggota tim. (Tulisan ini dikirim oleh hanifahdian11)