Edukasi Cegah Kekerasan Seksual pada Anak sambil Bermain

Alumni KSE Bali edukasi anak tentang kekerasan seksual pada anak.
Sumber :

VIVA.co.id – Kekerasan seksual saat ini tidak hanya menimpa orang dewasa saja, tapi juga menyasar kepada anak-anak usia sekolah. Kebanyakan anak-anak yang mengalami pelecehan seksual tidak berani bercerita kepada orang tua mereka karena takut, bahkan malu.

Berangkat dari maraknya isu kekerasan seksual yang menimpa anak-anak, alumni beasiswa Karya Salemba Empat atau KSE regional Bali mengadakan kegiatan Lentera Aksi Menginspirasi, “Alu dan Diriku Berharga Proteksi Dini Anak pada Kekerasan Seksual”. Kegiatan ini diadakan pada Minggu, 30 Juli 2017 yang bertempat di Rumah Budaya Penggak Men Mersi, Jalan Hayam Wuruk No 169, Denpasar.

Kegiatan ini mengundang siswa-siswi dan para orang tua dari TK Srikandi, Denpasar Timur. Konsep yang diusung panitia dalam kegiatan sosialisasi ini melalui kegiatan bermain, bercerita, dan bergembira. Di awal kegiatan, siswa dan siswi TK Srikandi diajak untuk bernyanyi dan bermain bersama. Para orang tua yang mengantar anak-anak mereka juga diajak bermain. Alhasil, suasana kegiatan sosialisasi yang berlangsung sederhana menjadi semakin ramai.

Ada juga kegiatan menggambar dan mendongeng yang dipandu oleh Winda Yuliartini dalam kegiatan sosialisasi. Dalam gambar-gambar yang akan diwarnai oleh para siswa-siswi TK Srikandi diselipi pesan-pesan untuk berhati-hati terhadap orang asing yang tiba-tiba memberikan mereka makanan dan memegang bagian sensitif tubuh mereka. Para siswa-siswiTK Srikandi juga harus berani mengatakan tidak dan berteriak kepada orang-orang asing yang ingin mencium, memeluk, bahkan menyentuh bagian tubuh sensitif mereka.

Pemutaran video Kisah Si Geni dan Si Aksa juga memberikan edukasi kepada para orang tua untuk lebih menyadarkan mereka bahwa bahaya kekerasan seksual pada anak ada di sekitar mereka. Dalam video berdurasi 4 menit yang tersajikan dengan unik ini mengajak para anak-anak untuk tidak mudah percaya dengan orang-orang asing yang mengiming-imingi makanan atau hadiah dan berupaya melecehkan anak-anak mereka.

Orang tua harus bisa menjadi teman. Sehingga, bila anak mereka menjadi korban pelecehan seksual, anak mereka berani bercerita dan tidak takut ataupun malu. Koordinator KSE Regional Bali yakni Aditya Pratama mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan seksual pada anak merupakan kegiatan perdana dari KSE Regional Bali. Adit berharap melalui kegiatan perdana ini bisa menjadi langkah preventif untuk pencegahan kekerasan seksual pada anak.

“Melalui kegiatan ini saya berharap kekerasan seksual terhadap anak dapat dicegah sehingga jumlahnya bisa berkurang,” ungkapnya. Para anak-anak TK Srikandi, Denpasar Timur sebelum acara berakhir juga mendapatkan bingkisan berupa buku tulis, paket crayon warna, dan hasil karya gambar yang mereka telah warnai. Anak-anak dan para pantia dari KSE Regional Bali pun menyanyikan lagu sayonara ketika akan berpamitan pergi. (Tulisan ini dikirim oleh Herdian Armandhani, Denpasar, Bali)