Usaha Keras Seorang Anak Asuh untuk Masuk Universitas Negeri

Alhawaidi, anak asuh yang berhasil masuk PTN.
Sumber :

VIVA.co.id – Alhawaidi, kini bisa menatap masa depannya yang baru. Setelah melewati tiga tahapan bangku sekolah, yaitu SD, SMP, dan SMA, sekarang dia kembali menimba ilmu di Perguruan Tinggi Negeri di Aceh. Semangat untuk meniti masa depan demi membahagiakan keluarga dari Rumah Yatim ternyata memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap keberhasilan anak yang akrab disapa Aan ini.

Kini, Aan akan bergabung bersama anak-anak lainnya dari berbagai latar belakang keluarga. Diterima di Universitas Islam Negeri Ar-Raniry jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, menjadi awal bagi anak kelahiran tahun 1999 tersebut untuk membentuk diri yang lebih baik. Tidak hanya kapasitas pengetahuan, namun juga tanggung jawab terhadap diri sendiri.

Alhawaidi sendiri tinggal di Rumah Yatim sebagai anak mukim sejak SMP. Anak yang pendiam tersebut melalui hari-harinya dengan penuh didikan Islam dari Rumah Yatim. Tak bisa dipungkiri kalau ia pun dapat menghafal Alquran, melaksanakan berbagai macam rutinitas ibadah, kegiatan kemandirian asrama seperti memasak, membersihkan tempat MCK, dan yang lainnya. Hingga akhirnya, Aan pun tumbuh menjadi anak yang selalu berani dan istikamah mengejar impiannya.

“Aan itu anak yang penurut. Kalau kita nasihati, dia pun juga cepat paham dan mengerti. Seperti anak lainnya, Aan juga anak yang giat belajar. Itu terlihat dari masa sekolahnya yang tidak pernah mendapat nilai jelek. Semangat tingginyalah yang akhirnya membawa dia berhasil masuk ke perguruan tinggi negeri,” ungkap Maman Suryaman yang memiliki kedekatan erat dengan Aan.

Selain Maman, Ibu Dewi yang selalu memerhatikan anak-anak di asrama juga turut bercerita bahwa Aan adalah sosok anak yang bertanggung jawab. Semangatnya untuk terus mengenyam pendidikan adalah salah satu cara Aan membahagiakan orangtuanya. Sempat gagal di kampus yang diincar melalui seleksi SNMPTN, ia pun  mencoba lagi di SBMPTN dengan persiapan yang matang. Dan akhirnya, semangat dan kerja kerasanya pun menuai hasil.

“Ibu dan keluarga sangat senang mendengar Aan bisa masuk ke universitas negeri. Ini kali pertama anak asuh kita bisa tembus di sana. Aan sendiri adalah angkatan kedua anak mukim kita di Aceh. Tentu ini akan jadi semangat untuk adik-adik mukim yang lain,” kata Dewi yang berhasil dihubungi melalui telepon sore itu.

Kini, Aan sudah diterima di Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. 14 Agustus mendatang, ia akan menjalani masa Orientasi Pengenalan Kampus (OPAK). Rumah Yatim pun juga sudah menyiapkan beragam kebutuhan yang nantinya diperlukan.

Rumah Yatim sendiri mendukung penuh anak didiknya untuk terus berkembang, terutama dalam menambah kapasitas pengetahuan para peserta didik. Tidak hanya untuk urusan akhirat, dunia pun tak luput dari dukungan guna mempersiapkan generasi-generasi yang unggul di masa mendatang. (Tulisan ini dikirim oleh Muhammad Burniat)