Berbahasa Inggris Berarti Enggak Nasionalis, Benarkah?

Berbahasa Inggris dengan Baik dan Benar
Sumber :
  • kursus-belajar-bahasa-inggris.blogspot.com

Nasionalisme bukanlah suatu pengertian yang sempit, bahkan mungkin masih lebih kaya lagi pada zaman ini. Nasionalisme sendiri merupakan suatu sikap dari masyarakat suatu bangsa yang mempunyai kesamaan kebudayaan, dan wilayah serta kesamaan cita-cita dan tujuan. Dengan demikian, masyarakat suatu bangsa merasakan adanya kesetiaan yang mendalam terhadap bangsa itu sendiri.

Nasionalisme merupakan jiwa Bangsa Indonesia yang akan terus melekat selama Bangsa Indonesia masih ada. Nasionalisme ialah cinta tanah air, ras, bahasa, dan sejarah budaya bersama. Nasionalisme adalah suatu keinginan akan kemerdekaan, keselamatan, dan prestise bangsa. Nasionalisme juga merupakan dogma yang mengajarkan bahwa seseorang hanya hidup untuk bangsa dan demi bangsa itu sendiri.

Kalau berbicara dengan bahasa Inggris berarti tidak nasionalis, ternyata pada kenyataannya masih banyak orang Indonesia yang tidak bisa berbicara bahasa Inggris, tetapi malah korupsi dan tidak menghargai nilai-nilai yang tertulis dalam Pancasila. Tindakan-tindakan tersebut sama sekali tidak mencerminkan sikap nasionalisme.

Jadi, rasa nasionalisme seseorang tidak dapat ditentukan atau diukur dengan bagaimana dia berbahasa. Sekali pun dia berbahasa Inggris, bukan berarti rasa nasionalisme tidak tumbuh di dalam dirinya. Nasionalisme seseorang ditentukan dari seberapa besar rasa cinta dan seberapa besar kesetiaannya terhadap Tanah Air. Contohnya, dengan menjalankan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dengan baik.

Ludwig Wittgenstein pernah bilang, The limits of my language means the limits of my world. Artinya, dunia kita dibatasi dengan sejauh mana kita menguasai bahasa. Sekarang ini bisa dikatakan bahwa bahasa Inggris, merupakan portal kita untuk bisa menembus dunia. So, Let’s Speak English for A Better Indonesia! (Tulisan ini dikirim oleh Agnes Isabela Melina)