Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Kisah Ustaz Noor Temukan Metode Ngaji A-I-U Houhou

Selasa, 22 September 2020 | 11:32 WIB
Oleh :
Foto :
  • vstory
"Michiko, andaikata kamu muslim dan ikut mengaji Al-Qur’an, mungkin Jepang tidak akan menjajah Indonesia."

VIVA – Seorang ibu paruh baya biasa mengajarkan Al-Qur’an di rumahnya saban sore di satu kampung di Banyuwangi. Rumah itu penuh dengan anak-anak yang masih berusia sekitar 7-14 tahunan.

Di antara anak-anak yang mengaji ada seorang gadis, berambut lurus dan bermata sipit keturunan Jepang bernama Michiko yang berusia sekitar 10 tahun, yang ikut bermain di lingkungan anak-anak mengaji.

Baca Juga

Sang Ibu yang seorang guru ngaji kala itu sudah aktif mengajar Al-Qur'an setiap sore hari di tengah kerja-kerja paksa (romusha) yang dilakukan Jepang. Trauma atas kekejaman penjajahan Jepang sebelum kemerdekaan 1945 masih melekat kuat pada ingatan sang Ibu.

Sang Ibu pun berandai, “Michiko, andaikata kamu muslim dan ikut mengaji Al-Qur’an, mungkin Jepang tidak akan menjajah Indonesia."

Tetapi tentu saja Michiko hanyalah seorang gadis kecil yang tak paham kekejaman yang dilakukan pada masa penjajahan Jepang. Hingga ia tetap nyaman berkawan dengan lingkungannya yang sebagian besar adalah masyarakat Jawa Muslim di Banyuwangi.

Ucap "andai" dari sang ibu pengajar Al-Qur’an itu pun melekat kuat di benak Noor Wachid, sang Anak. Kalimat yang terucap pada satu sore Banyuwangi tahun 1958 itu terus dibawa dan menjadi sulut semangat perjalanan dakwah Noor Wachid.

Noor Wachid sekarang sudah berusia 73 tahun dan tekadnya untuk mencetak kader-kader dakwah Al-Qur’an terus dipegang. Hingga tahun 2020, Noor Wachid telah mendirikan tempat-tempat belajar Al-Qur’an di berbagai daerah sebagai jalan dakwahnya meneruskan Sang Ibu yang sudah dimulai beberapa dekade lalu.

“Wong ora biso bahasa Jepang, ora tahu hubungan karo wong Jepang kok reko-reko gawe metode belajar Al-Qur’an bahasa Jepang,” begitulah selalu teman-teman mengatakan pada diri Noor Wachid. Namun tekadnya sudah begitu kokoh, tak terkoyak oleh omongan sana-sini.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler