Pemilik Penyakit Ini Dilarang Konsumsi Nasi Panas, Ini Jelasnya.

Nasi Panas
Sumber :
  • vstory

VIVA – Menjaga pola makan dan asupan apa pun yang masuk ke dalam tubuh adalah hal-hal penting yang harus diperhatikan oleh penderita diabetes. Makanan yang harus dihindari oleh kebanyakan penderita diabetes adalah makanan manis dengan kadar gula tinggi. Seperti kue, cokelat, kemasan minuman, dan banyak lagi.

Namun, faktanya bukan hanya makanan dengan tambahan gula yang perlu dihindari. Asupan makanan dengan kadar gula alami seperti nasi juga perlu mendapat perhatian. Padahal, nasi adalah makanan pokok bagi masyarakat Indonesia. Beras digunakan untuk memenuhi kebutuhan utama karbohidrat bagi tubuh.

Disandingkan dengan lauk dan sayuran, untuk daging, nasi menjadi tak terhindarkan. Apalagi jika Anda mengonsumsinya dengan nasi panas, makan bisa menambah selera Anda. Sayangnya, masalah nasi ini sepertinya masih belum banyak diketahui jika akan berdampak buruk bagi penderita diabetest, terutama nasi yang panas atau hangat.

Dampak Makan Nasi Panas pada Diabetes

Dalam satu piring panas nasi mengandung glukosa lebih tinggi, jika dibandingkan dengan nasi yang sudah dingin. Dalam nasi panas, glukosa memiliki struktur yang longgar. Nasi panas diserap lebih cepat oleh tubuh.

Penyerapan cepat ini bukanlah hal yang baik. Karbohidrat yang mudah dicerna diubah menjadi gula dan bersirkulasi di pembuluh darah untuk menjadi sumber energi bagi sel-sel tubuh. Biasanya, pankreas akan menghasilkan insulin sehingga gula dapat diserap oleh tubuh. Namun, dalam makanan seperti nasi panas, gula sangat cepat diserap ke dalam darah.

Lonjakan gula dalam darah ini membuat pankreas bekerja lebih keras. Jika itu terjadi terlalu sering, pankreas menjadi kurang efisien dalam memproduksi insulin, sehingga gula diserap oleh tubuh Anda. Ini terjadi karena nasi panas memiliki indeks glikemik yang lebih tinggi daripada nasi dingin.

Indeks glikemik itu sendiri adalah ukuran seberapa cepat makanan meningkatkan gula darah. Indeks glikemik nasi dingin yang lebih rendah membuat karbohidrat lebih lama dicerna oleh tubuh sehingga tidak meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.

Semakin tinggi kandungan karbohidrat yang sulit atau panjang untuk dicerna, semakin rendah kalori makanan. Selain itu, nasi dengan indeks glikemik tinggi tidak hanya bisa memicu diabetes dalam jangka panjang. Beberapa penelitian juga mengaitkan indeks glikemik yang tinggi dapat memicu penyakit jantung, obesitas, dan beberapa jenis kanker.

Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.