Tips Pencegahan Virus Corona
- vstory
VIVA – Akhir-akhir ini, virus corona memang telah menjadi perhatian dunia. Hal tersebut karena virus corona diduga memiliki bahaya yang mengkhawatirkan dan penyebarannya yang mudah. Maka, diperlukan pengetahuan dan kewaspadaan terhadap virus ini.
Corona, virus yang menjadi perbincangan hangat dunia sejak mewabah di Wuhan, China pada Desember 2019. Hal ini berawal sejak pejabat kesehatan masyarakat dari Tiongkok yang memberi tahu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa mereka memiliki masalah. Mengenai virus baru yang tidak diketahui menyebabkan penyakit seperti pneumonia di Kota Wuhan.
Dikutip dari TheGuardian, komisi kesehatan nasional China menyatakan bahwa penularan virus ini dapat terjadi antar manusia. Pada 24 Januari pihak berwenang China telah mengakui terdapat 830 kasus dan adanya 26 orang yang meninggal akibat virus Corona.
Orang yang terinfeksi virus Corona akan mengalami pneumonia. Mereka akan menderita batuk, demam, dan kesulitan bernafas. Pada kasus yang parah bisa terjadi kegagalan organ. Untuk mengatasi virus ini, pemberian antibiotik pada pasien tidak akan bekerja sehingga biasanya dokter akan melakukan rawat inap di rumah sakit.
Proses pemulihan juga bergantung pada kekuatan sistem kekebalan tubuh pasien. Namun, banyak orang terinfeksi virus corona mengalami kondisi kesehatan yang memburuk sehingga berakhir meninggal dunia.
Di tengah paniknya penularan virus ini, para pejabat kesehatan China meminta masyarakat menggunakan masker bedah untuk melindungi diri. Jumlah permintaan masker di tengah wabah virus corona sendiri semakin meningkat. Namun, apakah masker bedah berfungsi mencegah penularan virus corona wuhan secara efektif?
Menurut Dr William Schaffner, seorang profesor kedokteran pencegahan dan penyakit menular di Vanderbilt University, masker bedah bukan bertugas mencegah penyakit menular.
Biasanya, petugas medis menggunakan masker bedah untuk melindungi pasien dari kuman yang ditularkan melalui mulut dan hidungnya. Di sisi lain, bahan masker bedah terkadang juga tipis dan tidak menutupi seluruh bagian wajah.
Masker bedah hanya menutupi area mulut dan hidung, tetapi masih ada celah di bagian pipi. Jika Anda batuk atau menghembuskan udara, Anda mungkin akan merasakan ada udara keluar melalui sela-sela pipi.