Strategi Mengelola Stok Barang di Gudang Penyimpanan

Strategi Mengelola Stok Barang di Gudang Penyimpanan
Sumber :
  • vstory
< p>
VIVA – Siapa yang menyangka bahwa e-commerce Indonesia tumbuh menjadi salah satu pasar paling menonjol di dunia. Semakin banyaknya toko online dan pelaku bisnis yang mulai berjualan melalui online, membuat bisnis online semakin banyak pelanggan.

Hal ini juga membuat semakin besar toko online, semakin besar pula tantangan bisnis yang dihadapi, salah satunya mengelola stok di gudang penyimpanan. Banyaknya proses pesanan, membuat stok kamu menjadi tidak terkontrol dan kadang lupa kapan harus mengisi ulang stok yang sudah hampir habis.

Stok barang yang ada di gudang penyimpanan kamu memiliki peran vital terhadap toko online kamu. Sebab, apabila adanya pesanan dan ternyata stok barang tersebut habis, kamu harus menggagalkan pesanan pelanggan dan membuat rating toko kamu menjadi buruk.

Belum lagi apabila ternyata stok barang di gudang penyimpanan kamu tidak tertata dengan rapih, kamu pasti akan pusing untuk mencari barang yang telah dipesan oleh pelanggan bukan?

Maka dari itu, kamu harus memiliki strategi mengelola stok di gudang penyimpanan, supaya proses pesanan berjalan dengan lancar. Inilah beberapa strategi mengelola stok:

1. Mengkategorikan Barang

Penting buat kamu sebagai pelaku bisnis untuk mengkategorikan setiap barang yang kamu jual sesuai dengan kategori prioritasnya. Dengan mengatur barang sesuai kategori prioritas dapat membantu kamu untuk mengetahui produk apa saja yang banyak dipesan oleh pelanggan pada waktu tertentu.

Kamu juga harus mengkategorikan produk apa saja yang bernilai tinggi. Tentunya kamu juga perlu mempelajari target pasar masing-masing platform e-commerce. Biasanya, kategori barang dapat dilakukan dengan menggunakan metode analisis ABC, di mana persediaan produk akan dikategorikan menurut nilainya.

2. Memperkirakan Jumlah Stok Barang

Strategi selanjutnya adalah kamu harus memperkirakan jumlah stok barang yang bisnis kamu butuhkan selama beberapa waktu ke depan. Hal ini bertujuan supaya kamu tidak mengalami kekurangan stok barang maupun stok barang yang berlebih.

Dengan membuat perkiraan, kamu bisa mempersiapkan stok barang yang cukup yang berpengaruh terhadap stabilitas toko online kamu.

3. Lakukan Pemeriksaan Barang

Terjadinya kerusakan atau barang yang hilang adalah dua hal yang harus kamu hindari dalam menjalankan bisnis. Untuk itu kamu perlu strategi untuk terus melakukan pemeriksaan barang secara berkala di gudang penyimpanan.

Kamu harus memastikan ketersediaan stok barang sesuai dengan data stok yang sudah kamu catat sebelumnya, sehingga jumlah stok yang sudah kamu catat tetap akurat.

4. Gunakan Kode SKU

Apabila kamu menjual berbagai jenis produk dengan warna dan ukuran dalam jumlah yang banyak, strategi mengelola stok gudang yang tepat adalah menggunakan kode SKU atau Stock Keeping Unit yang mudah dipahami.

Apabila kamu memiliki pegawai ataupun orang yang membantu dalam bisnis kamu, hal ini akan memudahkan kamu dan pegawai kamu untuk mengetahui jenis produk yang lebih spesifik saat adanya proses pesanan yang masuk. Buatlah kode SKU berupa inisial nama produk yang kamu dijual.

Dengan menggunakan kode SKU yang mudah diketahui juga bisa memudahkan kamu dan pegawai untuk menganalisa stok barang yang masuk ataupun keluar. Strategi ini sangat berguna untuk toko online yang sedang kamu bangun.

Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.