Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Rabu, 1 April 2020 | 19:55 WIB

Fortune 500: Perusahaan China Lebih Banyak, Kenapa AS yang Berkuasa?

Team VIVA »
Syahdan Nurdin
GoenardjoadiGoenawan
Foto :
  • vstory
Amerika tetap berkuasa dari China

VIVA - Daftar Fortune 500 sudah keluar. Untuk pertama kalinya, jumlah perusahaan China masuk lebih banyak daripada perusahaan Amerika.

Top 10 bank terbesar dari tadinya 8 bank di Amerika sekarang..

Baca Juga

Nomor satu ICBC industrial and Construction Bank of China. Nomor dua CBC Construction Bank of China. Nomor tiga ABC Agriculture Bank of China. Nomor empat Bank of China. Nomor lima HSBC Hongkong Shanghai Bank.

Nomor enam dari Amerika JP Morgan. Selanjutnya dari Perancis, dll.

Terpopuler

Mengapa bank terbesar dari China, tapi tetap negara superpower adalah Amerika? Karena yang kaya adalah orang China Tiongkok, tapi mata uangnya US dollar.

Ibarat Anda Oei Tiong Ham terkaya seluruh Asia Tenggara, tapi mata uangnya Gulden Belanda. Jadi agregatnya ya tetap Gulden. Naik dan turunnya tergantung Belanda.

Seperti anak Anda beli HP, beli baju, dia belanja menggunakan MCC mom's credit card. Jadi semua yang dibelanjakan milik mom, ibunya.

Demikian semua ICBC, CBC, ABC dan BOC. Semua milik negara China tapi mata uangnya dalam US dollar.

Katakan, kalau dihitung, misalnya tidak disebut uang, katakan disebut, katakan handbag, jumlah terbanyak milik Tiongkok, tapi barangnya Louis Vuitton, Prada, Hermes yang made in USA.

Jadi semua agregat hand bag tas bermerek dibeli orang Tiongkok, mayoritas dibeli 80% orang Tiongkok, tapi Made in USA.

Ibarat jumlah pembeli Cadillac, Bentley, Lamborgini mayoritas dibeli orang Tiongkok, tapi pabriknya made in USA. Sama saja dengan, maaf, anak anaknya adalah orang China tapi Ayahnya dari Amerika.

Jadi Amerika ini ada dua spesies, spesies GDP negara Amerika adalah produktivitas negara Amerika tapi mata uangnya US dollar adalah digunakan oleh dunia.

Dunia sekarang berkembang di Asia, China, Vietnam, Thailand, India, Indonesia dll tetapi mata uangnya US dollar.

Dengan kata lain, Amerika ini seperti bandar segala jenis uang. Entah Anda di Ethiopia, Zimwabwe, Portugal, UAE, Saudi Arabia atau di Iran, Iraq, Turki, Mesir, Mongolia, Tibet, Nepal, Tiongkok, Taiwan semua dihitung dengan dasar US dollar.

Jadi US dollar ini induknya seperti Queen Victoria zaman jadul, anak cucu menantunya raja di Russia, Prancis, Portugal, dll semua anak cucu mantu Queen Victoria.

Oleh karena itu, Anda tidak perlu khawatir. Bukan berarti Bank dimiliki China. Tidak. Mata uang US dollar itu dikuasai Federal Reserve yang asalnya adalah 5 bandar dunia. Mereka tidak ada tercatat di bank manapun. Karena seluruh green US dollar dicetak mereka.

Katakan di sini, top terkaya Michael Hartono nomor dua keluarga Teguh Ganda Widjaya bersaudara, tapi uangnya rupiah dicetak oleh BI. Berapa pun kekayaan mereka totalnya milik Bank Indonesia.  (Ir. Goenardjoadi Goenawan, MM, Alumni IPB Teknologi Pangan, dan Magister Manajemen Universitas Indonesia lulus 1989)

 

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpapar Corona, Ini Data Tenaga Medis Meninggal Dunia
TVONE NEWS - sekitar 1 bulan lalu
Terbaru