Big Data di Era Transformasi Digital

New Technology Approching
Sumber :
  • vstory

Di dalam bidang pemerintahan, WHO (World Health Organization) juga memanfaatkan penggunaan big data untuk menghasilkan data-data statistik fundamental, yaitu melalui CRVS (Civil Registration and Vital Statitics). Setiap harinya penduduk dapat melaporkan adanya kematian, kelahiran, pernikahan, perceraian, dan kematian anak sehingga dapat menghasilkan data demografi dasar secara real time.

Berdasarkan data yang diperoleh WHO, saat ini hampir 10 juta anak yang baru dilahirkan tidak tercatat dan dua pertiga kematian belum dilaporkan. Belum adanya sistem terintegrasi untuk menyatukan berbagai data tersebut menyebabkan kebijakan yang dihasilkan menjadi tidak efektif.

Indonesia sebagai negara dengan jumlah populasi terbesar ke-4 di dunia dengan jumlah pulau mencapai 17.000, sudah harus mulai beralih memanfaatkan big data dalam berbagai sektor. Dengan karakteristik wilayah yang berbeda-beda antar pulau bahkan antar provinsi, pemanfaatan teknologi big data menjadi instrumen untuk menghasilkan kebijakan tepat sasaran.

Pemanfaatan big data merupakan wujud nyata dari adanya Perpres Nomor 39 Tahun 2019 tentang satu data Indonesia. Namun, pemerintah juga perlu menyiapkan berbagai peraturan untuk tetap menjaga privasi dan kerahasiaan data setiap penduduknya.

Ke depan, data yang komprehensif akan menjadi sumber utama dalam menyelesaikan setiap polemik permasalahan ekonomi, sosial, budaya dan kependudukan untuk menuju Indonesia unggul.

Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.