Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Problematik Ekonomi dan Kemiskinan di Kala Pandemi

Jumat, 14 Agustus 2020 | 09:30 WIB
Oleh :
Foto :
  • vstory
Photo by Chris John from Pexels

VIVA – Hantaman keras pandemi COVID-19 mengakibatkan lesunya perekonomian Indonesia pada kuartal kedua tahun 2020. Bukannya melambat, ekonomi kita justru mengalami kontraksi minus 5,32 persen berdasarkan rilis BPS pada 5 Agustus lalu. Pandemi dengan cepat menggempur masyarakat hingga memunculkan banyak korban, baik korban jiwa maupun finansial ekonomi.

Evaluasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua menunjukkan banyak sektor usaha yang mengalami pukulan keras akibat pandemi COVID-19. Beberapa sektor yang terdampak parah menurut lapangan usaha antara lain:

Baca Juga

Sektor transportasi dan pergudangan (-30,84 persen/year on year/yoy), akomodasi dan makan minum (-22,02 persen/yoy), jasa lainnya (-12,60 persen/yoy), jasa perusahaan (-12,09 persen/yoy). Seakan tak ingin ketinggalan, sektor administrasi pemerintahan tidak nihil terdampak pandemi dengan penurunan hingga 3,22 persen/yoy.

Penurunan geliat ekonomi Indonesia belum pernah separah ini semenjak krisis ekonomi 1999 silam. Fenomena ini dikhawatirkan akan meningkatkan angka kemiskinan. Sebelum berdampak pada kuartal II, pandemi Corona terlihat jelas berimbas pada ekonomi Indonesia Maret lalu.

Hal tersebut terlihat pada persentase kemiskinan meningkat 0,59 persen; dari 9,22 persen pada September 2019 menjadi 9,78 persen pada Maret 2020. Dengan kata lain jumlah penduduk miskin di Indonesia naik mencapai 1,63 juta orang.

Jumlah ini dipastikan akan jauh meningkat andaikan saja BPS mampu menghitung angka kemiskinan pada kuartal kedua. Banyak penduduk yang kehilangan pekerjaannya selama pandemi. Ini menyebabkan hilangnya sumber pendapatan banyak keluarga.

Dengan hilangnya sumber pendanaan keluarga, banyak penduduk tidak miskin berubah miskin. Larangan keluar rumah memperparah beban ekonomi rakyat. Masyarakat miskin pun hanya dapat berharap terhadap uluran tangan pemerintah.

Mendengar banyaknya keluhan dari bawah, pemerintah segera mengeluarkan kebijakan yang menolong masyarakat yang terdampak pandemi. Khusus di bidang ekonomi, pemerintah mengeluarkan berbagai macam kebijakan baru mulai dari Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD), subsidi listrik PLN, dan subsidi gaji melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Tak mau kalah, kebijakan lama juga semakin digencarkan seperti: perluasan PKH, perluasan beras Renstra, menambah fleksibilitas kartu prakerja, dan sebagainya.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler