Kebenaran dalam ilmu
- U-Report
VIVA – Pengertian kebenaran dalam ilmu memiliki banyak sudut pandang. Mulai dari sudut pandang filsafat hingga Alquran. Sudut pandang yang berbeda tentunya akan menghasilkan pengetahuan yang berbeda pula. Berikut pandangan terkait kebenaran itu sendiri.
1. Pengertian Kebenaran Dalam Ilmu
Setiap orang memberikan pengertian terhadap ilmu yang berbeda-beda, hal ini didasari oleh pengalaman dan pandangan seseorang tersebut.
Menurut Cecep Sumarna (2020:42-43), ia mengatakan bahwa ilmu tidak memerlukan kepastian lengkap berkenaan dengan penalaran masing-masing orang. Ilmu akan memuat sendiri hipotesis-hipotesis dan teori-teori yang sepenuhnya belum di manfaatkan.
Karena itu, ilmu pasti membutuhkan metodologi, sebab dan kaitan logis. Ilmu menuntut pengamatan dan kerangka berfikir metodis. Alat bantu metodologis yang penting dalam konteks ilmu adalah termenologi ilmiah.
Aceng Rachmat (2010:102), ia mengatakan bahwa sebagai mahkluk yang berakal, manusia selalu diliputi oleh hasrat ingin tahu. Oleh sebab itu, pengetahuan dimulai dari hasrat ingin tahu manusia, maka semakin banyak pengetahuannya.
Proses mengumpulkan pengetahuan adalah suatu proses belajar yang dilakukan oleh manusia sejak usia dini sampai saat meninggal dunia.
Dapat disimpulkan bahwa kebenaran ilmu merupakan suatu pendapat atau perbuatan yang sesuai dengan ( atau tidak di tolak oleh) orang lain. Filsafat adalah refleksi filosofis yang tidak akan pernah mengenal titik jenuh, lelah dalam menjelajah cakrawala ilmiah guna dapat menggunakan atau kenyataan, sesuatu yang tidak akan pernah habis kita pikirkan dan tidak akan pernah selesai untuk dijelaskan.
2. Keterkaitan Antara Ilmu, Logika, Estetika, Etika, Humaniora, dan Agama.
Antara ilmu, logika, estetika, etika, humaniora, dan agama memiliki keterkaitan sebagai berikut:
Mardianto dan Arasyidin (52-68) ia mengatakan bahwa:
a. Ilmu dan logika
Logika menentukan tambahan pandangan lurus dalam praktik berfikir menuju kebenaran. Logika merupakan sarana berfikir ilmiah untuk kegiatan keilmuan yang menghasilkan pengetahuan yang benar menentukan norma-norma atau berfikir secara ilmiah.
b. Ilmu dan estetika
Ilmu dan estetika adalah bagian dari pengetahuan atau pun bagian dari fisafat yang lapangannya adalah segala sesuatu dapat dipikirkan batasnya adalah alam.