Mengulik Pentingnya Data Susenas
- vstory
VIVA – Pendataan Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) semester pertama tahun 2021 di Provinsi Lampung telah selesai. Kegiatan berjalan dengan melalui dua tahap pendataan yaitu pendaftaran (listing) rumah tangga dan pencacahan rumah tangga sampel. Rangkaian pendataan Susenas ini berlangsung selama Maret 2021, sehingga Susenas semester pertama tahun 2021 di Provinsi Lampung lebih dikenal dengan Susenas Maret 2021.
Para petugas Susenas telah melakukan pendataan ke 10.470 rumah tangga sampel yang tersebar pada lima belas kabupaten/kota di Provinsi Lampung, baik yang tinggal di wilayah perkotaan maupun di perdesaan.
Kegiatan pendaftaran (listing) rumah tangga dilakukan pada blok sensus yang menjadi wilayah kerja petugas. Kemudian dilakukan pencacahan rumah tangga sampel yang dipilih dari hasil pendaftaran rumah tangga pada blok sensus tersebut.
Susenas dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung setiap tahun, dua kali dalam setahun tepatnya. Susenas semester kedua tahun 2021 akan dilaksanakan pada September 2021 dengan sampel rumah tangga yang biasanya lebih sedikit dari sampel rumah tangga pada Susenas Maret 2021.
Susenas dikenal juga sebagai Induknya Survei (Mother of Survey). Hal ini dikarenakan banyaknya indikator yang dihasilkan dari Susenas. Pada Susenas semester pertama, dihasilkan indikator yang representatif tingkat nasional, provinsi, sampai level kabupaten/kota, sedangkan pada Susenas semester kedua hanya bisa menghasilkan indikator tingkat nasional dan provinsi saja.
Sebagaimana kegiatan survei lainnya, kegiatan Susenas juga tidak luput dari error baik itu sampling error maupun non sampling error. Hal ini disinyalir akibat banyaknya pertanyaan yang diajukan pada kuesioner Susenas. Mengapa terdapat banyak pertanyaan pada kuesioner Susenas?
Susenas menghasilkan indikator yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan pembangunan yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs). Susenas menghasilkan data yang berguna untuk perencanaan, monitoring dan evaluasi program pembangunan Pemerintah Provinsi Lampung.
Beberapa indikator penting yang berkaitan dengan kependudukan, pendidikan, kesehatan, fertilitas, KB, perumahan, perlindungan sosial dan kerawanan pangan, bahkan indikator kemiskinan dan indeks gini pun dihasilkan dari survei ini.
Statistik Kesejahteraan Rakyat Lampung Tahun 2020 merupakan produk BPS Provinsi Lampung yang mencatat berbagai indikator hasil pencacahan Susenas. Tujuan ke 1 SDGs yaitu “Mengakhiri Kemiskinan Dalam Segala Bentuk Dimanapun”.