Membangun Negeri Lewat Pendidikan

pendidikan sebagai sarana membangun negeri
Sumber :
  • vstory

VIVA – Menurut pengamatan saya, satu-satunya cara yang paling efektif untuk membangun suatu negeri adalah lewat jalur pendidikan. Melalui pendidikan, anak-anak muda penerus bangsa dapat mempelajari beragam ilmu pengetahuan sekaligus menggali potensi-potensi yang sesuai dengan bidang yang diminatinya. Melalui pendidikan pula, anak-anak bangsa kelak memiliki kepribadian atau karakter yang baik.

Pada suatu kesempatan, Presiden Joko Widodo pernah menyampaikan pesan yang menarik dan sarat perenungan bagi kita semua. Intinya beliau berpesan agar pembangunan karakter bangsa, budi pekerti, sopan santun, nilai-nilai etika, dan agama harus menjadi perhatian dunia pendidikan ke depan (kemdikbud.go.id).  

Pendidikan yang baik biasanya akan berfokus pada konsep memanusiakan manusia. Cara memanusiakan manusia misalnya dengan memberikan ruang yang lebar kepada para peserta didik untuk menggali dan mengembangkan bakat dan minat masing-masing.

Sayangnya, selama ini mayoritas lembaga pendidikan kurang memberikan perhatian kepada para peserta didiknya untuk menggali potensi yang ada dalam diri mereka. Sehingga ketika sebagian dari mereka telah lulus sekolah atau ketika gelar sarjana telah berhasil diraih, mereka merasa kebingungan hendak melakukan aktivitas apa. Mereka ingin bekerja tapi bingung kerja apa dan di mana. Seolah-olah muncul kesan seperti ini; “ingin kerja enak tanpa usaha keras tapi bayaran (gajinya) banyak”.

Sementara sebagian yang lain tampak sangat berambisi ingin menjadi pegawai negeri atau ASN (Aparatur Sipil Negara). Hal ini menjadi indikator yang nyata bahwa lembaga pendidikan tempat mereka bernaung selama ini belum mampu mengajak para peserta didik untuk menggali potensi sesuai hobi, bakat, dan minat masing-masing. Seolah-olah lembaga pendidikan kita hanya dijadikan sebagai batu loncatan agar kelak selepas lulus bisa diangkat menjadi pegawai pemerintahan.

Mendobrak Konsep Pendidikan Lewat Program Merdeka Belajar

Program Merdeka Belajar yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan termasuk program unggulan, masih terus berjalan hingga kini. Program yang menurut saya menjadi semacam oase yang menyejukkan.

Ya, karena tujuan program tersebut, sebagaimana dikutip kemdikbud.go.id adalah untuk menggali potensi terbesar para guru-guru sekolah dan murid serta meningkatkan kualitas pembelajaran secara mandiri. Nadiem Makarim, selaku Mendikbudristek, pernah menjelaskan bahwa salah satu konsep sederhana mengenai reformasi pendidikan atau perubahan kurikulum yang akan dilakukan oleh Kemendikbud adalah memberikan kemerdekaan kepada guru-guru untuk mengajar pada level yang cocok dengan muridnya.

Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.