Sukseskan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Zakat Produktif

Kunjungan Mahasiswa Magang ke KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) Pengasinan Gemilang.
Sumber :
  • vstory

VIVA – Kita ketahui pemberdayaan masyarakat merupakan kegiatan yang bertujuan membantu individu, kelompok atau masyarakat itu sendiri agar dapat mengelola lingkungan dan meningkatkan kemandirian dalam memenuhi kebutuhan hidup.

Sederhananya dapat kita ringkas tujuan pemberdayaan masyarakat  adalah mengubah masyarakat yang tidak produktif menjadi masyarakat yang produktif.

Melalui pemberdayaan ini kita dapat mengubah kebiasaan hidup masyarakat yang kurang tepat dan dapat menaikkan kelas serta taraf hidup masyarakat tersebut. Untuk mewujudkan pemberdayaan masyarakat yang baik dapat kita wujudkan melalui zakat produktif.

Hal ini seperti disampaikan oleh Prof. M. Abdul Manan, M. A,. Ph.D dalam bukunya teori dan praktik ekonomi Islam, ia mengatakan bahwa zakat sebaiknya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tetapi, zakat dapat diperuntukkan untuk hal-hal yang bersifat produktif agar manfaat yang diterima bersifat jangka panjang.

Zakat produktif dapat mendorong masyarakat kita untuk menciptakan lapangan kerja baru dan pastinya mengurangi angka pengangguran dan angka kemiskinan. Pada saat ini, sudah menjadi rahasia umum bahwa angka penduduk miskin di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya.

Hal ini dibuktikan pada data penduduk miskin oleh Badan Pusat Statistik tercatat pada Maret 2021 terjadi peningkatan sebesar 0,41% terhadap Maret 2020 dan meningkat 0,97% poin terhadap September 2019.

Salah satu faktor terbesar yang menyebabkan peningkatan jumlah penduduk miskin adalah pengangguran. Penyebab terbesar pengangguran yang terjadi di masyarakat kita saat ini adalah pemutusan hubungan kerja dan tidak adanya lapangan kerja. Oleh karena itu, untuk mengurangi penduduk miskin salah satu hal yang harus kita lakukan adalah dengan memberantas pengangguran melalui pemberdayaan umat dengan zakat produktif.

Keberhasilan zakat produktif dalam pemberdayaan umat dapat kita lihat pada Lembaga Amil Zakat yang ada di Indonesia. Dalam pemberdayaan umat melalui zakat produktif Lembaga Amil Zakat memiliki program unggulan yang berhasil dalam memberdayakan masyarakat.

Program tersebut seperti memberdayakan masyarakat UMKM yang ada di daerah perkotaan dan desa terpencil. Dalam program tersebut masyarakat akan diarahkan untuk memanfaatkan potensi desa setempat dan mengembangkan bakat yang mereka miliki.

Seperti pemberdayaan yang dilakukan di Desa Candali. Untuk memberdayakan masyarakat setempat, Lembaga Amil Zakat memberikan kesempatan kepada anggota KSM untuk beternak kambing, di mana di desa tersebut terdapat banyak rumput untuk pakan kambing.

Pada tahap awal masyarakat akan satukan dalam sebuah kelompok yang dikenal dengan KSM atau kelompok swadaya masyarakat. Untuk menyokong ekonomi anggota KSM akan diberikan modal dengan akad qardhul hasan.

Akad qardhul hasan adalah peminjaman modal kepada anggota KSM dengan jumlah yang dikembalikan oleh anggota sama dengan jumlah yang dipinjamkan.

Menurut Ketua KSM Pengasinan Gemilang Mpok Nuryanih, pemberian modal dengan akad qardhul hasan ini sangat meringankan masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan dan ingin membuka usaha namun tidak memiliki modal.

Selain membenahi sektor ekonomi dengan pemberian modal tadi, lembaga amil zakat juga membimbing masyarakat untuk membuat dapur hidup dengan tujuan mengurangi angka belanja dapur keluarga anggota KSM. Tak hanya itu, yang menjadi unggulan dari program yang ada di lembaga amil zakat adalah pendampingan yang dilakukan oleh lembaga zakat sampai masyarakat binaan mampu dan mandiri.

Program pemberdayaan yang dilakukan oleh lembaga amil zakat adalah bukti nyata yang dapat kita lihat langsung sebagai keberhasilan zakat produktif dalam pemberdayaan masyarakat, mengurangi angka pengangguran dan dapat menyokong ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan potensi lingkungan yang ada.

Harapan kita ke depannya zakat produktif untuk memberdayakan masyarakat kalangan menengah ke bawah ini dapat dikembangkan lebih baik lagi. (Vini Dwi Seswita, Mahasiswa FEB, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.