Satu Data Penduduk Miskin

penduduk miskin, (ilustrasi oleh pexels.com)
Sumber :
  • vstory

SLRT hadir di level kabupaten/kota sementara versi mininya Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) hadir di level desa/kelurahan. Puskesos-SLRT sebagai layanan rujukan satu pintu yang juga terintegrasi dengan sistem kependudukan nasional kita (NIK dan Kartu Keluarga).

Inovasi tersebut menjadi pepesan kosong apabila tidak mengatasi masalah dari akarnya yakni kebutuhan akan data penduduk miskin yang sifatnya bottom-up. Data yang berasal dari masyarakat desa. Kemudian baru kemudian dilakukan verifikasi dan pemutakhiran data pada level yang lebih tinggi.

Yang menjadi masalah apabila proses pemutakhiran yang sudah tidak dilakukan sekian lama, akhirnya datanya yang pada awal dikumpulkan valid dan akurat menjadi kadaluarsa. Jika sudah sangat parah maka diperlukan pengumpulan data ulang pada level desa untuk mengidentifikasi masyarakat miskin secara akurat.

Proses untuk memutakhirkan data ini yang harus terus-menerus diperkuat supaya menghindarinya data yang tidak layak pakai. Semoga keberadaan Puskesos dan SLRT dapat menambal kelemahan pada pemutakhiran data ini.

Kemudian satu data dalam semua aspek pemerintahan utamanya dalam data penduduk miskin dapat diterapkan sampai ke dinas terkait di kabupaten/kota. Dengan harapan masyarakat dapat menikmati program perlindungan sosial dengan optimal. 
(Izzuddin Ar Rifqiy, SST, Statistisi Ahli BPS Kabupaten Kepulauan Tanimbar)

Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.