Peringatan Dini: Upaya Pengurangan Risiko Bencana
- vstory
Pada dasarnya peringatan dini harus memenuhi prinsip-prinsip berikut agar bisa bermanfaat secara maksimal (BNPB, 2012):
- Diterima : mudah diakses oleh masyarakat
- Dipahami : pesan yang disampaikan harus jelas, padat, disajikan sesuai dengan konteks sosial dan budaya setempat
- Dipercaya : pesan dikeluarkan oleh pihak-pihak berwenang dan memiliki reputasi yang baik dalam memberikan informasi
- Ditindaklanjut: pesan yang diterima dapat digunakan untuk melakukan tindakan yang berguna dalam menghindari maupun mengurangi risiko
Secara konvensional, masyarakat mengenal peringatan dini bencana yang disampaikan dalam bentuk sirine atau kentongan. Peringatan dini tersebut dilakukan dengan harapan masyarakat dapat merespon pemberitahuan tersebut dan menyelamatkan diri sehingga dampak negatif bencana dapat diminimalkan. Seiring dengan kompleksitas pencetus bencana alam, metode konvensional ini sudah jauh dari kata efektif mengingat sifat dasar dari bencana alam sendiri adalah dinamis dan cepat seperti bencana gempa, tanah longsor, tsunami, dan sebagainya.
Oleh karena itu mulailah digunakan teknologi dalam peringatan dini, mulai dari pengumpulan dan analisis data yang sistematis, prediksi dan peramalan munculnya bencana berdasarkan hasil pemantauan, hingga penyebarluasan dan komunikasi kepada masyarakat secara real time. Untuk meningkatkan efektivitas peringatan dini, teknologi yang digunakan harus disesuaikan dengan karakteristik bencana.
Hingga saat ini cukup banyak teknologi peringatan dini yang dikembangkan di bagian hulu, khususnya dalam pengumpulan dan analisis data, serta pemantauan dan prediksi bencana. Sebagai contoh peringatan dini banjir menggunakan sensor ultrasonic berbasis mikrokontroler (Valentin dkk, 2021); peringatan dini longsor menggunakan sensor accelerometer dan sensor kelembaban tanah berbasis android (Artha dkk, 2018); peringatan dini letusan gunung api menggunakan sensor suhu berbasis sistem informasi geografis (Budiyanto dkk, 2012); dan sebagainya.
Untuk bencana gempa dan tsunami, secara nasional Indonesia sudah memiliki Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia (Indonesia Tsunami Early Warning System – InaTEWS) yang bisa diakses melalui https://inatews.bmkg.go.id/. Selain pengembangan teknologi peringatan dini di bagian hulu, yang tidak kalah penting adalah pengembangan teknologi peringatan dini di bagian hilir yang langsung bersentuhan dengan masyarakat secara luas.