Alasan Microsoft Belum Bangun Data Center di Indonesia

Microsoft.
Sumber :
  • REUTERS/Mike Blake

VIVA – Keberadaan layanan komputasi awan atau cloud computing di Indonesia mengalami peningkatan. Salah satu alasannya. layanan ini menawarkan kemudahan dan fleksibilitas dalam mengelola dokumen.

img_title Negara yang Jaraknya 1 Jam dari Indonesia Ciptakan 'Komputer Hidup' dari 200 Ribu Sel Otak Manusia

Keberadaan cloud computing dan segala transaksi yang ada di internet, memang sudah diatur dalam PP No 82 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Teransaksi Elektronik. Namun sampai saat ini, peraturan tersebut belum ada pengembangannya, terutama soal eksekusi pembangunan pusat data atau data center.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Peraturan ini walaupun diterbitkan tahun 2012 tapi wacananya tahun 2008. Kalau kita bandingkan 2008 sampai sekarang itu kan cloud sudah 10 tahun lalu dan sekarang berbeda," ujar One Commercial Partner & Small Medium Corporate Director Microsoft Indonesia, Mulia Dewi Karnadi.

img_title Keluarga Petani Tolak Jual Tanah 216 Hektare seharga Rp430 Miliar untuk Data Center

Data center di Indonesia

Mulia menyatakan, pemerintah memang menggenjot terus kajian pada sistem transaksi elektronik itu. Walaupun sampai saat ini kajian tersebut belum terdengar lagi kapan akan dipastikan menjadi peraturan baru.

img_title Perkuat Portofolio Infrastruktur Digital, INET dan SIDI Resmikan Data Center JKT01

Microsoft Indonesia sebagai salah satu perusahaan teknologi informasi terbesar di Tanah Air mengakui belum bisa membangun pusat datanya sendiri. Ada beberapa hal yang membuat Microsoft belum bisa mendirikan pusat data, salah satunya tentang daya yang dibutuhkan pada pembangunan data center

"Microsoft akan membuat data center? Mungkin satu hari iya. Kami itu data center sudah level empat. Salah satunya memiliki tiga power line. Di Indonesia kita baru punya PLN dan genset," ujar Mulia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Microsoft sudah membangun data center di beberapa negara tetangga seperti Singapura yang telah memasuki tahap pembangunan data center yang ketiga. Secara global, Microsoft sudah memiliki 148 data center. 

Ia mengatakan, pembangunan dan pengembangan data center di sebuah negara juga memerlukan dukungan dan pengawasan pemerintah. Mulia mencontohkan data center Microsoft di luar negeri juga turut diaudit dan diawasi oleh pemerintah setempat. (mus)

Gedung IDX, Indonesia Stock Exchange (Bursa Efek Indonesia).

Penuhi Kebutuhan Pasar, NexAI Fokus Penuh Jadi Penyedia Infrastruktur Digital

PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV), melalui entitas anak, NDC (NexAI Digital Center), MGLV kini berfokus penuh pada penyediaan infrastruktur data center dan AI.

img_title
VIVA.co.id
8 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut