Harga Beras Naik, Daya Beli Buruh Anjlok 25 Persen

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Bayu Nugraha

VIVA – Kenaikan harga komoditas beras yang terjadi sejak pertengahan 2017 telah semakin menurunkan daya beli kalangan buruh. Bahkan saat ini diklaim sampai 25 persen.

img_title Harga Beras Naik di 116 Daerah, Ada yang Tembus Rp16.525 per Kg

Menurut Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, kondisi itu semakin memperburuk kondisi ekonomi para buruh. Apalagi sebelumnya buruh juga telah menderita penurunan daya beli akibat kebijakan pengupahan yang dinilai terlalu rendah di banyak daerah di Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Faktanya, sebelum harga beras naik, daya beli masyarakat sudah turun. Apalagi dengan naiknya harga beras sekarang ini, daya beli masyarakat makin turun. Bahkan dalam hitungan KSPI, daya beli buruh turun 20 hingga 25 persen," ujar Said melalui keterangan tertulis yang diterima VIVA pada Jumat, 26 Januari 2018.

img_title Pastikan Stok Beras Aman, Komisi IV DPR Jamin Produksi Padi 2026 Terjaga dan Harganya Stabil

Said menyampaikan, KSPI kecewa dengan ketidakmampuan pemerintah mengantisipasi gejolak harga beras yang sudah diprediksi sejak tahun lalu.

Apalagi, Said melanjutkan, pemerintah juga terkesan kewalahan saat gejolak terbukti terjadi. Hal ini terbukti dengan perbedaan data yang ditunjukkan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, hingga Badan Urusan Logistik (BULOG) terkait data stok beras.

img_title Mahasiswa Undip yang Curhat Harga Beras ke Mentan, Kini Dapat Beasiswa S2 ke Inggris

"Padahal urusan beras adalah urusan perut rakyat, termasuk buruh," ujar Said.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Said juga mengaku kecewa dengan keputusan impor sebanyak 500 ton beras. Hal itu dinilai sia-sia dan tidak efektif untuk menekan harga saat ini. 

"Presiden Joko Widodo terkesan membiarkan dan mendiamkan, serta tidak mempunyai sikap tegas perihal impor beras 500 ton," ujar Said.

Ilustrasi beras

Harga Beras Premium Naik saat Bukan Musim Panen, Ini Pemicunya

Harga beras premium naik saat September hingga Desember bukan musim panen. Bulog disiapkan menggelontorkan 300 ribu ton beras premium untuk mengendalikan harga.

img_title
VIVA.co.id
10 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut