Kredit Macet Turun, Laba Bersih BTN Naik 15 Persen
- Fikri Halim/VIVA.co.id
Kredit macet BTN turun
Maryono menambahkan, laju positif penyaluran kredit tersebut juga diikuti dengan perbaikan kualitas kredit. Adapun rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) nett BTN pada Desember 2017 berada di level 1,66 persen, atau membaik dari 1,85 persen pada bulan yang sama tahun sebelumnya.
Lalu, NPL gross perseroan pun tercatat hanya 2,66 persen per Desember 2017 atau turun dari 2,84 persen di Desember 2016. Selain itu, penyaluran kredit turut meningkatkan aset BTN sebesar 22,04 persen yoy dari Rp214,16 triliun menjadi Rp261,36 triliun pada akhir 2017.
“Aset BTN saat ini telah mencapai Rp261,36 triliun dan sebentar lagi kami optimistis target bank terbesar kelima berdasarkan aset akan terpenuhi,” kata Maryono.
BTN juga telah menghimpun dana pihak ketiga (DPK) senilai Rp192,95 triliun hingga akhir 2017. Perolehan tersebut naik 20,45 persen secara tahun ke tahun dari Rp160,19 triliun pada 31 Desember 2016. Pertumbuhan simpanan masyarakat tersebut pun lebih tinggi di atas rata-rata perbankan nasional yang hanya naik 8,3 persen.
"Kenaikan DPK ditopang pertumbuhan positif giro, tabungan, dan deposito yang masing-masing tumbuh sebesar 19,21 persen, 17,57 persen, dan 22,42 persen secara yoy," kata dia.