Jangan Anggap Enteng Grab, Kenapa

Kantor Uber dan Grab.
Sumber :
  • REUTERS/Edgar Su

VIVA – Komisi antimonopoli Malaysia akan memantau kemungkinan Grab menjalankan praktik menyimpang dalam akuisisi operasional Uber di Asia Tenggara. 

img_title Terapkan Potongan Aplikator 8 Persen Mulai 1 Juli 2026, Grab Patuhi Arahan Presiden Prabowo

Seorang menteri pemerintahan Malaysia mengatakan Komisi Persaingan Malaysia akan mengawasi Grab, jika perusahaan berbasis di Singapura ini licik dengan menaikkan tarif secara tiba-tiba. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami tak akan menganggap enteng. Kami akan memantau karena ini masih masa-masa awal (akuisisi) dan kami tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya," jelas  Menteri di Departemen Perdana Menteri Malaysia, Nancy Shukri dikutip dari Reuters, Senin 2 April 2018. 

img_title Wuling BinguoEV Jadi Armada Grab

Nancy yang selama ini mengawasi otoritas perizinan transportasi umum mengatakan, pemerintah akan tegas terhadap Grab. Jika pesaing Gojek di Indonesia itu kedapatan mampraktikkan anti persaingan, maka Undang-Undang Persaingan bakal menjerat Grab. 

"Kami telah menjabarkan hal ini kepada mereka," ujar Nancy merujuk pertemuan dengan perwakilan Grab pekan lalu. 

img_title Jadi Pemegang Saham Mayoritas Lebih dari 50%, Grab Perkuat Komitmen di Superbank

Kantor Uber dan Grab

Dalam pertemuan pekan lalu, Nancy mengatakan, Grab menyampaikan komitmennya untuk tidak neko-neko. Grab malah menjamin tidak akan ada penarifan tak adil, maupun tidak akan menaikkan tarif mulai saat ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Soal nasib karyawan Uber yang terdampak dengan akuisisi ini, Nancy mengatakan, dia mendapatkan informasi bahwa karyawan Uber akan di PHK sementara, dan memungkinkan mereka untuk direkrut menjadi karyawan Grab. 

Di Malaysia ada 80 karyawan Uber sedangkan untuk keseluruhan di Asia Tenggara, jumlah karyawan Uber mencapai 500 orang. 

UKM/UMKM go digital.

Trik Baru UMKM biar Makin Dilirik

Di era modern sekarang, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dituntut bukan hanya mengelola bisnis tapi juga fokus pada produk dan pelanggan.

img_title
VIVA.co.id
15 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut