Jangan Sembarangan Terima 'Missed Call' Nomor Internasional

Ilustrasi smartphone dan teknologi 5G.
Sumber :
  • Pexels/jeshoots

VIVA – Belakangan ini, munculnya spam panggilan tak terjawab atau missed call dari nomor luar negeri menjadi perbincangan publik. 

img_title Spam dan Scam Sudah Jadi Industri Kejahatan Siber, Negara Rugi Rp8,4 T

Fenomena tersebut menjadi perhatian dari Kementerian Komunikasi dan Informatika. Dalam pesannya, Kominfo meminta pengguna layanan seluler untuk cermat dan teliti dalam merespons panggilan dari nomor internasional tersebut. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kominfo mengidentifikasi spam missed call dari nomor luar negeri itu sebagai 'wangiri fraud'. Modusnya ada telepon masuk dari luar negeri memancing pengguna ponsel untuk menelepon balik. 

img_title HK Kebut Proyek Akses Air Bersih di Daerah Bencana Sumatera

Kominfo meminta pengguna untuk mengecek awalan nomor internasional tersebut. 

"Jika tidak familiar, jangan tekan nomor missed call tersebut atau jangan menelepon balik," tulis Kominfo, dikutip Rabu 4 April 2018. 

img_title IWF Mulai Proyek SPAM di Bandung, Danareksa Targetkan 1,8 Juta Warga Bandung Nikmati Akses Air Bersih

Mengapa jangan menelepon balik nomor internasional tak familiar itu, sebab dampaknya pengguna bisa dikenai tarif telepon internasional yang mahal. Risiko lainnya jika nomor tersebut adalah nomor premium maka pengguna akan dikenai beban biaya tambahan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Modus missed call panggilan internasional sudah pernah ramai pada 2016. Dua tahun lalu, di media sosial, para pengguna seluler mengeluh mendapatkan panggilan masuk dari nomor dengan awalan +77. Beberapa pengguna media sosial di Facebook menuliskan status adanya panggilan dari prefix +77.

Hacker / serangan siber.

Darurat Digital! 15 Serangan Siber per Detik Hantam RI

Tren serangan siber di Indonesia berada pada level kewaspadaan tinggi pada semester II 2025, atau telah terjadi rata-rata 15 serangan siber per detik.

img_title
VIVA.co.id
22 Februari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut