VIVAnews -- Korban tewas akibat Gempa Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) bertambah menjadi dua orang. Korban bernama Siti Aisyah 50 tahun merupakan warga Asakota Bima dan Abdullah 70 tahun warga Unde Kecamatan Rasanae Timur.
Data yang dihimpun dari Polres Kota Bima menyebutkan jumlah korban luka ringan hingga saat ini mencapai 67 orang dan luka berat 6 orang korban dirawat di RSUD Bima.
Sementara jumlah bangunan yang rusak di enam kecamatan mencapai 298 unit rusak ringan dan 332 rusak berat. Bahkan sebanyak 14 bangunan di KP3 laut juga mengalami rusak ringan.
Sementara saat ini, kondisi pasca gempa aktivitas masyarakat sudah mulai normal, begitupun perkantoran. Warga juga sudah mulai membersihkan puing-puing rumah mereka.
Kapolres Kota Bima AKBP Tjatur Abrianto mengatakan saat ini warga tidak lagi mendatangi posko-posko pengungsian yang sudah disiapkan. "Kondisi sudah mulai kondusif dan aktifitas warga mulai normal," kata Kapolres Kota Bima kepadawa VIVAnews.
Gempa yang terjadi pukul 03.40 WITA kemarin mengakibatkan kerugian materiil yang mencapai Rp 3,9 miliar. "Kami masih terus berkordinasi dengan berbagai pihak untuk membantu para korban," ujarnya.
Laporan: Edy Gustan | Mataram
VIVA.co.id
6 Oktober 2026
Topik Terkait
Jangan Lewatkan
Terpopuler
Selengkapnya
Partner
Novak Djokovic Merebut Gelar Ketujuh di Beijing
Olret
19 menit lalu
Menjadi pemenang di China Open menandai gelar ke-102 Djokovic di level tur ATP, membuatnya hanya terpaut satu trofi dari Roger Federer yang memiliki 103 gelar
Menjelajahi galeri teh terbesar di Terminal 3 Bandara Changi Singapura yang menyuguhkan museum antik, koleksi kaleng eksklusif, serta racikan kuliner lezat.
Indonesia Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026, Prabowo Saksikan Drama 120 Menit di SUGBK
Purwasuka
sekitar 1 jam lalu
Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti 4-2. Presiden Prabowo menyaksikan langsung laga bersejarah di SUGBK.
Tak Ada Tawar-Menawar. 8 Bangunan Liar di Frontage Road Waru Sidoarjo Dieksekusi
Jatim
sekitar 1 jam lalu
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tak main-main menata wajah Frontage Road Waru. Setelah dua kali surat peringatan, delapan bangunan liar akhirnya dieksekusi.
Selengkapnya
Isu Terkini