Perempuan Indonesia Harus Berani Berkompetisi
- VIVA.co.id / Fajar Sodiq
Apa yang Anda geluti mulai terasa hasilnya. Berbuah manis dengan mendapatkan beasiswa dari UFC. Senang?
Bukan senang lagi. Ketika pak David Burke (Chairman One Pride) telepon saya, seminggu sebelum lebaran kalau tidak salah, memberitahu soal beasiswa ini, langsung saya menerimanya untuk diproses.
Lalu, saat kembali dihubungi beliau, dan diberitahu kalau saya lolos, air mata jatuh. Saya menangis. Ini kesempatan langka.
Dengan beasiswa ini, Anda selangkah lebih maju untuk mewujudkan impian mengibarkan bendera Merah Putih di pentas internasional. Pendapatnya?
Main di UFC memang impian dari semua petarung. Tapi, perlu proses ke sana. Saya kini hanya fokus dalam persiapan menuju ke Las Vegas.
Saya ingin berlatih dengan baik, memberikan performa puncak, dan memuaskan para pelatih di sana.
Intinya, saya ingin fokus dalam proses. Saya yakin, sebuah proses yang panjang dan matang, hasilnya akan manis. Proses tak akan mengkhianati hasil.
Tapi, Anda pastinya sangat berambisi untuk bisa bersaing di UFC dan menjadi juara bukan?
![]()
Tentu, impiannya adalah sabuk juara. Bertarung dengan para petarung papan atas UFC juga jadi sebuah keinginan.
Hanya saja, masih panjang sekali proses yang harus saya jalani. Sekarang, itu dulu yang saya harus lakoni.Â
Kini, saya sedang fokus memperbaiki diri. Meningkatkan segala kemampuan, dari berbagai aspek sebelum berangkat ke Las Vegas, Agustus 2018 nanti.
Wow, Anda masih rendah hati dan tak mau terlalu sesumbar. Oke, ada pesan untuk wanita Indonesia?
Seorang perempuan harus berani berkompetisi. Jangan ragu memilih jalan hidup.
Perempuan harus mandiri, bermental kuat, berani bersaing, dan berpikiran positif.
Sebagai seorang perempuan, kita harus agresif di segala bidang. Fleksibel, jangan pilah pilah bidang. (ren)