Pengurangan Pekerja Pertambangan Berlanjut

VIVAnews - Pemutusan hubungan kerja (PHK) membayangi puluhan ribu pekerja Indonesia. Ada beberapa sektor industri yang diprediksi mengurangi jumlah karyawannya lumayan banyak seiring perlambatan usaha mereka akibat tekanan ekonomi global.

Survei yang dilakukan Bank Indonesia terhadap kegiatan dunia usaha triwulan III 2008 yang dikutip VIVAnews, Selasa 25 November 2008 menggambarkan pada Juni sampai September 2008 terjadi peningkatan penggunaan tenaga kerja yang angkanya mencapai 1,77 persen.

Namun dari sembilan sektor usaha yang disurvei, ada dua sektor yang penggunaan tenaga kerjanya menurun, yakni pertambangan dan penggalian yang Saldo Bersih Tertimbang (SBT)-nya minus 1,21 persen dan sektor jasa-jasa, minus 0,32 persen.

Pada tiga bulan terakhir 2008 (Oktober-Desember) diprediksi pengurangan tenaga kerja pada sektor-sektor itu masih akan berlanjut. Bahkan selain pertambangan dan penggalian, sektor listrik, gas dan air bersih juga diperkirakan akan mengurangi penggunaan tenaga kerjanya menilik dari hasil SBT-nya yang masing-masing minus 0,98 peren dan 0,04 persen.

Soal pengurangan tenaga kerja, data Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang dirilis Senin 24 November 2008 menunjukkan angka yang fantastis. Lebih dari 40 ribu pekerja terancam kehilangan pekerjaan mereka. Sebagian sudah terjadi.

Angka persis yang dirilis departemen pada 22 November 2008 jumlahnya sebanyak 42.242 orang. Angka tersebut terdiri dari 22.326 pekerja yang akan dan sudah di-PHK dan 19.916 pekerja yang akan dirumahkan.

Efisiensi tersebut terjadi di enam provinsi, di antaranya Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Kalimantan Tengah, dan Maluku Utara.