Gusti Kanjeng Ratu Hemas

Dari Tembok Kraton ke Senayan

Tatiek bersama keluarga kembali ke Jakarta. Namun cerita dengan Herjuno terus berlanjut. Herjuno bahkan beberapa kali bolos kuliah di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, untuk menyambangi Tatiek yang mengambil kuliah di jurusan arsitektur, Universitas Trisakti. Tak lama di Trisakti, Tatiek disuruh orang tuanya berkuliah ke Jerman.  "Tapi ternyata, saya bukan dapat ijazah tapi 'ijab sah' karena 3 bulan saya langsung pulang karena disuruh menikah."

img_title Sarmuji ke Pegawai Kemenperin: Jangan Beri Pelayanan Berlebih ke Saya

Tatiek lalu menikah di umur 19 tahun dengan Herjuno Darpito yang lebih tua 6 tahun. Kuliah lalu ditinggalkan. Nama Tatiek lalu diganti untuk pertama kalinya mengikuti nama suaminya yang berganti menjadi Mangkubumi. Tatiek berganti nama tiga kali. Nama Gusti Kanjeng Ratu Hemas baru disandangnya ketika Herjuno Darpito naik takhta menjadi Sri Sultan Hamengku Buwono X. Tatiek juga pindah mengikuti suaminya ke Yogyakarta pada tahun 1972. "Walaupun saya orang Jawa, tapi karena lahir di Jakarta, saya harus beradaptasi dengan bahasa dan budaya karena bahasa Kraton itu kan berbeda," ujar Ratu Hemas.

"Sampai tahun kedua (di Kraton), saya hampir nggak punya teman. Jadi karena saya nggak punya teman, saya ambil kegiatan pertama, aktivitas sosial di Yayasan Sayap Ibu. Sayap Ibu ini banyak bayi-bayi yang terlantar. Setelah itu saya meningkat menjadi membantu orang buta aksara. Ikut mengajar yang buta huruf," ujar Ratu Hemas. Tatiek juga aktif Persatuan Ahli Perancang Mode Indonesia (PAPMI) Yogyakarta, Yayasan Jantung Sehat, dan berbagai kegiatan sosial lainnya. Maklumlah, sebagai isteri putra mahkota Kraton Yogyakarta saat itu, Tatiek banyak diminta mengikuti seabrek kegiatan.




Tahun 2004, Gusti Kanjeng Ratu Hemas mengajukan diri menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Ratu Hemas mendapat suara terbesar dibanding calon-calon lainnya, sehingga melaju dengan kencang ke Senayan.

"Sejak Sultan menjadi gubernur, sebetulnya saya mulai tertantang dengan kegiatan-kegiatan mendampingi Ngarso Dalem (Sri Sultan Hamengku Buwono X--red). Di situ (Yogyakarta) memang banyak kegiatan. Kalau di Jakarta ini mungkin saya hanya ikut GPSP, Gerakan Pemberdayaan Suara Perempuan. Saya pikir, banyak kegiatan perempuan yang perlu saya pahami. Itulah saya pikir mengapa terjun ke dunia politik," kata Ratu Hemas menyebut alasan menjadi senator.

Sejak itu, Ratu Hemas harus membagi waktunya sebagai senator, sekaligus Ratu Yogyakarta dan isteri Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. "Sangat capek. Makanya saya kalau ada waktu luang, pilih tidur saja," kata Ratu Hemas. Senin sampai Kamis, jika DPD tidak reses, Ratu Hemas berada di Jakarta. Pada Jumat sampai Minggu sore, Ratu berada di Yogyakarta.

Sebagai senator, Ratu Hemas dikenal gigih memperjuangkan konstituennya di Yogyakarta. Sebagai politisi, Hemas juga gencar bersuara mengenai hak-hak perempuan. Ketika rancangan Undang-undang Pornografi hendak disahkan Dewan Perwakilan Rakyat, Ratu Hemas merupakan salah satu penentangnya. Ratu Hemas bahkan ikut turun ke jalan, berdemonstrasi bersama ribuan rakyat Bali menentang Undang-undang yang dinilainya menyudutkan perempuan itu. "Saya sebetulnya bukan orang yang setuju dengan adanya undang-undang itu. Saya setuju masalah perlindungan anak-anak. Saya setuju mengenai masalah bahayanya situs-situs internet dan juga dampaknya. Saya juga setuju itu. Tapi kenapa harus melalui undang-undang?" kata Ratu Hemas. Dan Undang-undang itu akhirnya disahkan DPR.

Namun peran DPD yang tak seberapa kuat jika dibandingkan DPR ini membuat Ratu Hemas penasaran. Pemilihan Umum 2009 ini, Ratu Hemas kembali mendaftar sebagai calon anggota DPD. Ratu Hemas bertekad menggolkan amandemen kelima konstitusi, yang salah satu agendanya memperkuat kewenangan DPD. "Tekad besar banget," kata Ratu Hemas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menkeu Suahasil Bertemu Danantara, Strategi Investasi Jadi Bahasan untuk Dorong Ekonomi RI

Menkeu Suahasil Bertemu Danantara, Strategi Investasi Jadi Bahasan untuk Dorong Ekonomi RI

Menkeu Suahasil Nazara bertemu Danantara Indonesia membahas pengelolaan investasi dan strategi untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan.

img_title
VIVA.co.id
2 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut