2009, Penerimaan Pajak Tak Capai Target
VIVAnews - Direktur Jenderal Pajak Mochammad Tjiptardjo mengakui penerimaan negara dari sisi pajak pada 2009 lalu melemah. Pelemahan itu terjadi karena imbas krisis global.
Tjiptardjo mengatakan, penerimaan negara 1 Januarai - 31 Desemeber 2009 realisasinya hanya Rp 565,7 triliun atau 97,99 persen dari target Rp 577 triliun. "Penerimaan itu sudah termasuk pajak migas. Kalau dibandingkan realisasi periode sebelumnya Rp 571,1 triliun atau pertumbuhan hanya kurang dari 0,93 persen," ujar Tjiptardjo dalam konferensi pers penerimaan tahun 2009 di kantor DItjen Pajak, Senin 4 Januari 2009.
Sedangkan realisasi penerimaan pajak tanpa PPh migas tahun 2009, hanya sebesar Rp 515,7 triliun atau 97,61 persen dibanding target. Dibandingkan dengan realisasi penerimaan periode yang sama tahun 2008 sebesar Rp 494,08 triliun hanya terdapat pertumbuhan 4,38 persen.
Tjiptardjo mengatakan lemahnya realisasi penerimaan ini antara lain terlihat dari pelaksanaan stimulus fiskal PPh ditanggung pemerintah yang rendah. Dari target Rp 6,5 triliun hanya terrealisasi Rp 300 miliar. "Yang lain misalnya penerimaan PPh pasal 22 impor. Tahun lalu Rp 25 triliun, sekarang karena perlambatan hanya Rp 19,2 triliun," ujarnya.
Rincian penerimaan selama periode 2009 (Januari-Desember 2009) adalah, PPh non migas mencapai Rp 267,5 triliun atau 91,88 persen dari rencana penerimaan tahun 2009 sebesar Rp 291,1 triliun. PPN dan PPnBM mencapai Rp 214,3 triliun atau 105,55 persen dari target Rp 203,08 triliun.
Pajak Bumi dan Bangunan mencapai Rp 24,27 triliun atau sebesar 101,71 persen dari target Rp 23,863 triliun. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) tercapai Rp 6,461 triliun atau 92,57 persen dari target Rp 6,979 triliun. Pajak lainnya mencapai Rp 3,11 triliun atau 95,83 persen dari target Rp 3,249 triliun.
hadi.suprapto@vivanews.com