Koruptor Bisa Dihukum Mati

VIVAnews  – Korupsi diakui sebagai kejahatan luar biasa yang dapat menyengsarakan publik. Menurut Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Marwan Effendi, penerapan pidana mati untuk pelaku korupsi bisa dilakukan.

Natasha Ryder Meradang Usai Disebut Ipar Adalah Maut karena Bela Kakak: Mikir Pakai Logika

Menurutnya, penerapan sanksi pidana yang tajam harus tetap diterapkan secara tegas dan konsisten. ”Untuk memberikan efek jera dan daya tangkal,” katanya dalam Seminar Hukum di Kampus Pascasarjana Universitas Pelita Harapan, Wisma Slipi Lantai VIII, Jakarta, Kamis 27 November 2008.

Pidana mati untuk koruptor, kata Marwan, punya cantolan hukum, baik dalam Kitab Undang Undang Hukum Pidana dan Pasal 2 ayat (2)UU No 31 Tahun 1999 jo UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

BBM Jenis Baru Dirilis 1 Septemnber 2024, Airlangga Tegaskan Tak Ada Pembatasan Produk Bersubsidi

”Walaupun hukum pidana hanya bersifat simptomatik, bukan kausatif, karena memiliki keterbatasan jangkauan,” kata Marwan.

Selain Marwan, sejumlah tokoh juga ikut bicara soal pidana mati yakni Prof Dr. Ronny Nitibaskhara- Anggota Komisi Hukum Dewan, Agun Gunanjar, dan Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Ifdhal Kasim

Hotel Berkonsep Indonesia Banget Hadir di Jakarta, Sandiaga Uno: Kita Tunggu di Mancanegara
Nagita Slavina dan Mama Rieta.

Trik Mama Rieta Tampil Awet Muda, Ternyata Rajin Pakai Skincare yang Mengandung Pomegranate

Mengajak perempuan untuk lebih peduli merawat kulit, Mama Rieta melalui brand skincare lokalnya, Riemetaskin meluncurkan tiga produk utama, yaitu cleanser, moisturizer.

img_title
VIVA.co.id
16 Juli 2024