Pendapatan Meningkat, BNBR Cetak Laba Rp222 Miliar
Ditambahkannya, PT Bakrie Autoparts juga akan terus meningkatkan kapabilitas dan peremajaan fasilitas produksinya, melalui investasi fasilitas iron casting terkini dengan output rate produksi yang tinggi dan akan meminimalkan rejection rate. “Rate-nya sekarang sudah di bawah tujuh persen saja,” ujarnya.
Sedangkan PT Bakrie Building Industries (BBI), unit usaha Perseroan yang memproduksi aneka bahan bangunan, juga terus melakukan serangkaian improvement, dalam menghasilkan sejumlah jenis bahan bangunan yang bermanfaat, sambil terus membenahi proses produksi.
“Manajemen PT BBI telah mampu menekan rejection rate hingga tak lebih dari empat persen saja,” kata Anin.
Tren industri properti yang belakangan menurun, juga tidak menyurutkan langkah perusahaan untuk berinovasi, demi meningkatkan performanya. Ke depan, PT BBI akan lebih fokus pada produk bahan bangunan ramah lingkungan, dan dengan menawarkan ‘solusi total’ kepada pelanggan.
“Teknologi bangunan prefab (pre-fabrikasi) dan modular yang sudah ditekuni sejak 3-4 tahun lalu mulai bergulir dan membuahkan hasil berupa pengerjaan beberapa project walaupun belum dalam skala yang cukup besar. Ini juga untuk menjawab tantangan program satu juta rumah dari pemerintah,” kata Anindya.
Ia menambahkan, PT BBI juga berinovasi menghasilkan solusi infrastruktur yang berorientasi pada perlindungan lingkungan seperti sound-barrier (pelindung suara) dan breakwater (pemecah ombak) yang dikembangkan untuk kebutuhan keamananan dan kelestarian lingkungan.
Produk breakwater “A-Jack” yang dikembangkan PT BBI bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi pemecah gelombang yang efektif dalam melindungi wilayah perairan dari ancaman abrasi. Produk ini memiliki kemampuan tiga kali lipat lebih baik dibandingkan produk sejenis lainnya.
Sejumlah anak usaha tersebut, menurut Anindya, juga terus mengembangkan kemampuan dengan mulai memanfaatkan sumberdaya manusia dan teknologi digital. “Orientasi kami adalah teknologi yang tepat guna dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital, serta sumber daya manusia handal, tentunya yang muda,” ujarnya.
Pengembangan bus listrik oleh PT Bakrie Autoparts, misalnya, menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk mulai lebih memahami dan kemudian mengadopsi teknologi mutakhir di bidang industri otomotif, sekaligus sebagai sarana belajar bagi sumberdaya manusia.