Menteri PUPR: Industri Perumahan Harus Punya Standarisasi

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.
Sumber :
  • Fikri Halim/VIVA.co.id

VIVA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono menegaskan, bila sektor industri perumahan nasional ingin terus maju dan berkembang, sudah saatnya mereka memiliki standarisasi khususnya dalam hal-hal teknis terkait pembangunan perumahan.

img_title Wamen PKP Fahri Hamzah Soroti Tanah Jadi Biang Kerok Harga Rumah Mahal

Sehingga, para pengembang perumahan memiliki acuan yang pasti dalam pengerjaan setiap proyek perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang mereka garap, guna mendukung pengembangan di sektor industri perumahan itu sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi, sebaiknya dibuat standarisasi ukuran jendela, pintu, kusen, dan lain sebagainya. Sehingga, nanti itu bisa jadi industri perumahan," kata Basuki di kantornya, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin 26 Agustus 2019.

img_title Fahri Hamzah: Qatar Komitmen Bangun 1 Juta Rumah di RI Dukung Program Prabowo

Basuki menegaskan, pengembangan di sektor industri perumahan ini merupakan salah satu hal yang cukup vital, mengingat perannya terhadap program pemerintah dalam menyediakan perumahan bagi (MBR).

Karena itu, upaya standarisasi ini adalah hal positif yang harus direalisasikan, guna mengoptimalkan program penyediaan perumahan bagi para MBR tersebut.

img_title BRI Info Lelang Beri 6 Rekomendasi Rumah Murah di Jabodetabek

"Jadi jelas, tidak bisa hanya mengandalkan pembangunan perumahan, tetapi juga pengembangan industri perumahannya," kata Basuki.

"Karena tanpa adanya standarisasi tersebut, maka bisa dipastikan industri perumahan juga tidak akan banyak berkembang," tambahnya.

Perang Ukraina vs Rusia.

Warisan Uni Soviet Jadi Titik Lemah Ukraina di Musim Dingin

Kota-kota di seluruh Uni Soviet, termasuk Ukraina, jadi fokus program pembangunan besar-besaran yang diluncurkan pada 1950-an untuk memproduksi rumah murah secara massal.

img_title
VIVA.co.id
26 Januari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut