Pertamina Berhasil Sumbat Kebocoran Sumur YYA-1 di Karawang

Tumpahan minyak mentah yang tercecer di Pesisir Pantai Tanjungsari, Karawang.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar

VIVA – Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java atau PHE ONWJ mengklaim, pihaknya telah berhasil menyumbat kebocoran yang menjadi sumber tumpahan minyak dan gas di sumur YYA-1 wilayah Karawang. 

img_title Proyek Gas Jangkrik dan Maha Diresmikan, Ini Target Jumbo Bahlil untuk Tambah Pasokan Produksi Gas Nasional

Direktur Hulu Pertamina, Dharmawan H. Samsu menjelaskan, keberhasilan ini dicapai setelah proses pengeboran sumur sumbatan (relief well), yang berhasil terkoneksi dengan Sumur YYA -1 per Sabtu 21 September 2019 pukul 10.30 WIB.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Alhamdulillah, lebih cepat dari perkiraan di mana harusnya selesai pada 26 September 2019," kata Dharmawan di Kantor Pusat Pertamina, kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Senin 23 September 2019.

img_title Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, WKU Kadin: Langkah yang Sangat Tepat!

Dharmawan menjelaskan, pengeboran Relief Well adalah proses mematikan sumur YYA-1 dengan pengeboran dari samping, yang dilakukan dari alat bor (rig) Soehanah yang berjarak 1 Km dari sumur YYA-1.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Penanganan, Taufik Aditiyawarman mengatakan, keberhasilan penkoneksian antarsumur ini merupakan tahapan penting dalam upaya mematikan sumur YYA-1.

img_title Anggota DPR Dorong Percepatan Penataan Sumur Rakyat untuk Dongkrak Lifting Minyak Nasional

"Karena dengan terkoneksinya dua sumur ini, maka saat ini kami dalam posisi telah dapat mengendalikan sumur YYA-1," kata Taufik.

Dia menambahkan, langkah selanjutnya yang akan dilakukan adalah memproses dynamic killing, dengan memompakan lumpur berat untuk melawan tekanan dalam sumur YYA-1.

"Sehingga, tercapai keseimbangan dan menyetop aliran minyak dan gas dari sumur tersebut," ujar Taufik.

Meski demikian, Taufik menegaskan bahwa dalam beberapa waktu ke depan, masa kritikal masih akan ditetapkan karena masih memerlukan upaya monitoring, guna memastikan kestabilan sumur, dan tidak adanya fluida yang keluar dari sumur YYA-1 tersebut.

Proses monitoring pun diakui Taufik akan dilakukan melalui sejumlah cara, seperti misalnya melalui aerial survey, kamera thermal, dan menggunakan Remotedly Operated Vehicles (ROV) untuk pengawasan di dalam laut.

Nantinya, lanjut Taufik, apabila kondisi sudah dinyatakan stabil, maka selanjutnya akan dilakukan tahap pemompaan semen untuk proses mematikan sumur YYA-1 secara permanen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Terima kasih atas semua dukungan masyarakat dan stakeholders. Sekaligus kami mohon doa agar seluruh tahapan mematikan sumur YYA-1 ini berjalan dengan baik," kata Taufik.

"Sehingga kami dapat lebih fokus dalam penanganan dampak masyarakat, pemulihan lingkungan, dan penanganan Anjungan YYA serta Rig Ensco-67," ujarnya.

Perusahaan Gas Negara sedang Melakukan Pengecekan Rutin instalasi stasiun matering di Pulau Pemping

SKK Mingas Beberkan Alasan Indonesia Mulai Kurangi Ekspor Gas ke Singapura

SKK Migas melalui Kepala SKK Migas Djoko Siswanto beberkan Indonesia mulai kurangi ekspor gas ke Singapura. Kata dia, pengurangan ekspor tersebut mencakup gas

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut