Menteri Jonan Peringati Eksploitasi Air Tanah Jakarta yang Berlebihan

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

VIVA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM, Ignasius Jonan mengaku khawatir dengan kondisi air tanah yang ada di Jakarta saat ini.

img_title Kunjungi Balikpapan, AHY Dorong Pemerataan Air Baku untuk Kebutuhan Masyarakat

Dia menjelaskan, Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat, penurunan permukaan tanah akibat eksploitasi penggunaan air tanah di Jakarta Utara mencapai 12 sentimeter per tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jonan pun mengasumsikan, apabila terjadi penurunan permukaan tanah mencapai 10 cm dalam setahun, dalam 50 tahun penurunan permukaan tanah di Jakarta Utara bisa mencapai lima meter. 

img_title 12 Tahun Buron, Terpidana Korupsi Air Bersih Kutai Barat Akhirnya Diciduk di Samarinda

"Jadi, ini persoalan menurut saya menjadi persoalan penting. Sedihnya, kalau air tanah banyak yang ambil," kata Jonan dalam diskusi 'Selamatkan Air Tanah Jakarta', di kantornya, Selasa 15 Oktober 2019.

Karenanya, Jonan pun mempercayakan masalah tersebut kepada Gubernur DKI saat ini, agar ke depannya hal tersebut tidak menjadi semakin parah.

img_title Bantu Tekan Emisi Ketenagalistrikan, Operasional PLTP Gunung Ungaran Tak Butuh Air Jumlah Besar

"Saya percaya, gubernur sekarang sangat peduli mengenai lingkungan hidup ekologi, dan kementerian ini juga punya kepedulian yang besar juga soal air tanah," ujarnya.

Jonan berharap, ke depannya masalah pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat akan air ini tidak hanya mengandalkan air tanah. Namun, semestinya bisa mulai dikaji dan direalisasikan alternatif lainnya, melalui pemanfaatan air sungai dan sumber lainnya.

"Jadi, mengelola air harusnya dari sungai atau dari apa, tidak dari air tanah. Karena, bebannya juga besar," kata Jonan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebab, kalau eksploitasi air tanah masih dilakukan, berpotensi membuat permukaan tanah di Jakarta terus turun, maka Jonan khawatir bahwa di masa mendatang Jakarta sudah tidak layak lagi dijadikan sebagai tempat tinggal.

"Ini sangat penting. Kalau tidak, Jakarta mungkin tidak layak untuk menjadi tempat tinggal. Karena, ini kalau dibiarkan terus, mungkin ekologi lingkungannya akan banyak terganggu," ujarnya. (asp)

Ilustrasi air minum.

Air RO Diklaim Lebih Murni, Benarkah Lebih Sehat dari yang Biasa? Ini yang Perlu Diketahui

Air RO memiliki karakteristik berbeda dari air minum yang masih mengandung mineral terlarut. Perbedaan ini membuat masyarakat perlu memahami cara pengolahannya.

img_title
VIVA.co.id
11 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut