Usulan Menteri Tenaga Kerja Versi Serikat Buruh

Andi Gani (kiri) saat bertemu Presiden Joko Widodo, di Istana Bogor.
Sumber :
  • VIVAnews/Agus Rahmat

VIVA – Pelantikan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2019-2024 tinggal menghitung hari pada Minggu 20 Oktober mendatang. Seiring dengan itu kabinet baru Jokowi jilid II pun akan diumumkan. 

img_title Said Iqbal Minta Aturan Jaminan PHK Tak Dihapus di RUU Ketenagakerjaan

Gabungan konfederasi serikat buruh Indonesia pun menyatukan suara dan mengusulkan calon sebagai pertimbangan Presiden Jokowi untuk menterinya di bidang tenaga kerja. Calon yang digadang-gadang adalah Andi Gani Nena Wea. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai, mayoritas organ buruh di Indonesia sudah menyatakan kesepakatannya untuk mendukung Andi, sebagai salah satu menteri dalam Kabinet Kerja jilid II. ada beberapa kriteria yang membuatnya pantas mengemban tugas sebagai menteri Tenaga Kerja. 

img_title Said Iqbal Minta Pembahasan RUU Ketenagakerjaan Tak Seperti Omnibus Law: Dibahas Tengah Malam di Hotel

Pertama, sosok Andi merupakan pimpinan serikat buruh yang terbesar di Indonesia dan sudah teruji sepak terjangnya baik nasional maupun internasional. Apalagi, kata Iqbal, Andi juga merupakan pimpinan buruh se-ASEAN.

Kedua, secara kapasitas Andi bahkan bisa merangkul dan menyatukan seluruh pemimpin buruh di Indonesia. Ketiga, dia terbukti mampu membuat hubungan industrial ketenagakerjaan yang harmonis, kondusif, aman dan damai, sehingga bisa menjadi penyeimbang dalam Kabinet Jilid ll nantinya. 

img_title Said Iqbal Pastikan Situasi Buruh Kondusif, Tak Ada Demo Besar Agustus-September 2026

"Kemampuan ini sangat diperlukan oleh Bapak Presiden Jokowi untuk mewujudkan dan menciptakan iklim investasi dan ketenagakerjaan dengan kebijakan yang seimbang antara pekerja dan pengusaha," katanya Said dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis 17 Oktober 2019.

Selanjutnya, kata Iqbal, Andi bukan hanya sukses sebagai pemimpin serikat buruh terbesar di Indonesia, tapi juga sekaligus pengusaha muda. Dia juga termasuk sebagai presiden komisaris BUMN PT PP. 

"Dengan latar belakang sebagai pengusaha akan menjadi penyeimbang dan memberikan masukan yang sangat objektif kepada Presiden di ranah kebijakan ketenagakerjaan," tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan fakta-fakta tersebut, menurut Iqbal, Andi Gani termasuk paket komplet untuk menteri Jokowi. Karena, kemampuan ini juga yang sangat diperlukan oleh Jokowi dalam membangun kabinet yang good government.

Perwakilan buruh dan pekerja di Indonesia dinilai pantas memiliki posisi di pemerintahan. Apalagi sebutnya, 50 persen produk domestik bruto (PDB) Indonesia disumbang dari sektor manufaktur. Adanya unsur buruh duduk dalam kabinet maka bisa meningkatkan kontribusi tersebut dan mampu membangun hubungan industri dengan ketenagakerjaan secara harmonis.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut