Pemerintah Ingin TPPI Jadi Murni BUMN

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Sumber :
  • VIVAnews/Fikri Halim

VIVA – Pemerintah berencana untuk menjadikan PT Trans Pacific Petrochemical Indotama atau TPPI sebagai Badan Usaha Milik Negara. Keinginan tersebut sebelumnya diusulkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan kepada Presiden Joko Widodo. 

img_title Jerman Bidik Proyek Energi Terbarukan RI, Investasi US$1,23 Miliar Sudah Mengalir

Usulan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dengan menggelar rapat koordinasi bersama dengan Menteri BUMN Erick Tohir, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita hingga Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Airlangga menilai, pada dasarnya, TPPI sudah bisa dikatakan sebagai BUMN karena mayoritas kepemilikan sahamnya akan dimiliki Pertamina, yakni sebesar 51 persen. Di sisi lain, pemerintah juga telah mengonversi utang TPPI menjadi saham sejak September 2019.

img_title Airlangga Buka Suara soal Desil Bansos yang Bikin Warga Kaget: Basisnya Data Sensus

"Ini kita lihat dulu strukturnya, jadi kita bahas. Kan sudah menjadi bagian dari BUMN karena saham terbesarnya milik Pertamina. Nanti opsinya seperti apa kita lihat," kata Airlangga di kantornya, Jakarta, Selasa, 5 November 2019.

Sejak konversi utang tersebut, saham pemerintah dalam TPPI memang telah meningkat dari 70 persen menjadi 95,9 persen. Adapun utang TPPI terhadap pemerintah yang dikonversi menjadi saham yakni berupa pokok multiyears bond sebesar Rp2,62 triliun dan tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2019.

img_title Menko Perekonomian Airlangga Naikkan Perluas Akses UMKM Indonesia, Dorong Usaha Naik Kelas

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, keputusan TPPI menjadi BUMN akan diumumkan oleh Airlangga dalam waktu dua pekan lagi. Pemerintah dikatakannya masih akan meninjau secara mendalam proses restrukturisasi perusahaan tersebut.

"Pokoknya, prosesnya akan berjalan restructuring segala, tapi nanti menunggu beliau dalam dua minggu. Kami enggak bisa informasi apa-apa, mohon maaf," tutur Erick.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto

Pemerintah Jelaskan Maksud Istilah Masyarakat Simpan 1.800 Ton Emas 'di Bawah Bantal'

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut terdapat sekitar 1.800 ton emas masyarakat yang masih disimpan “di bawah bantal” dengan nilai mencapai USD 252 miliar

img_title
VIVA.co.id
23 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut