Harapan Wapres Ma'ruf pada Pelayanan Publik di Institusi Pemerintah

Wakil Presiden Maruf Amin.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Eduward Ambarita

VIVA – Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengharapkan pelayanan publik yang cepat dan murah. Ma'ruf menyatakan reformasi birokrasi menjadi prioritas Kabinet Indonesia Maju, dengan penyederhanaan birokrasi secara besar-besaran dan berkelanjutan.

img_title Tekankan Penerapan ESG dan Pemanfaatan AI, BPK Dorong Transformasi & Peningkatan Tata Kelola Kemenkum

"Reformasi birokrasi harus berujung pada pelayanan publik yang cepat, mudah, dan murah, serta tetap dapat diakses dalam segala kondisi," kata Ma'ruf dalam keterangan pers resminya, Rabu 13 November 2019.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Reformasi tersebut juga termasuk penguatan kapabilitas institusi pemerintahan baik pusat maupun daerah. Ma'ruf menyatakan pemerintah masih harus terus melakukan penataan di berbagai bidang di birokrasi.

img_title WFH ASN Resmi Diperpanjang hingga Akhir September 2026, Pelayanan Publik Dipastikan Tetap Normal

"Hal yang masih harus dilakukan pemerintah adalah penataan regulasi, reformasi struktural, transformasi budaya, dan tata kelola berbasis digital," ucap Ma'ruf.

Ma'ruf mengingatkan, pemerintah akan melakukan penyederhanaan dan penataan regulasi melalui Omnibus Law. Dalam hal ini, pemerintah juga dibantu oleh Tim Independen Reformasi Birokrasi Nasional (TI-RBN).

img_title Pesan Menyentuh Menpan RB untuk Seluruh ASN: Tetap Jaga Integritas, Pengabdian Anda Adalah Wajah Negara

TI-RBN bertugas memberikan saran dan masukan secara independen kepada Tim Pengarah Reformasi Birokrasi Nasional dan Komite Pengarah Reformasi Birokrasi Nasional tentang pelaksanaan reformasi birokrasi secara nasional yang diketuai oleh Wapres.

"Kita akan melakukan penataan regulasi, diharapkan pada 2020 rancangan undang-undang tentang Omnibus Law akan masuk prolegnas, Oleh karena itu masukan dan pemikiran TI-RBN diharapkan dapat memberi warna," kata sang Wapres.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ma'ruf menyatakan tantangan yang akan dihadapi dalam proses perubahan ini, antara lain adalah mengubah pola pikir dan budaya kerja. Transformasi budaya menurutnya menjadi hal yang utama untuk membentuk sumber daya manusia yang profesional.

"Perlu ada konsep yang lebih jelas tentang transformasi budaya sebagai bagian dari reformasi mental untuk mengubah perilaku," kata Ma'ruf.

Ilustrasi jemaah calon haji

Informasi Akses Layanan Haji di RI Belum Optimal, Perbankan hingga Travel Agent Didorong Bersinergi

Sinergi antarindustri diperkuat untuk memperluas akses informasi, meningkatkan kualitas layanan, dan memudahkan masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan terpercaya.

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut