Temui Mahathir di Malaysia, Airlangga Bahas Industri Sawit RI

Menko Perekonomian bertemu dengan PM Malaysia Mahathir Mohamad
Sumber :
  • Twitter Airlangga Hartarto

VIVA – Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menemui Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di Petaling Jaya, Selasa, 19 November 2019. Dalam pertemuan itu, Airlangga dan Mahathir turut membahas kebijakan bersama untuk menangkis sentimen negatif terhadap perdagangan sawit Indonesia.

img_title Tiket Pesawat dan Kapal Diskon 30 Persen saat Nataru 2026, Pemerintah Siapkan Stimulus Rp883 Miliar

Airlangga menyebut dirinya juga saling bertukar informasi dengan Mahathir menyangkut langkah strategis litigasi di forum Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami juga akan bertukar informasi, terkait litigasi di WTO. Kami akan menindaklanjuti rencana Uni Eropa, yang ingin menghapus penggunaan minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel pada 2030," kata Airlangga usai pertemuan dengan Mahathir di kantor Perdana Menteri, Petaling Jaya, Malaysia, seperti disampaikan dalam keterangan resminya.

img_title Airlangga Ungkap Target Kredit Rp400 Triliun pada 2027, Sasar 28 Juta Keluarga untuk Dongkrak Daya Beli

Airlangga menekankan pemerintah Malaysia melalui Mahathir juga mengapresiasi langkah RI dalam menerapkan penggunaan bahan bakar nabati jenis biodiesel 30 persen (B30) mulai 2020. Terkait itu, menurut dia, dari keterangan Mahathir, pemerintah Malaysia juga siap menggunakan bahan bakar nabati jenis biodiesel (B20).

Lalu, kata Airlangga, negeri Jiran itu pada awal 2020 juga mulai mewajibkan sertifikasi Malaysian Sustainable Palm Oil (MSPO). Cara ini sengaja untuk memenuhi standar minyak sawit berkelanjutan.

img_title Airlangga Siapkan 3 Jalur Kredit Rp400 Triliun pada 2027, KUR hingga Alsintan

"Sertifikasi ini sama dengan standar sustainabilitas RI, Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) Malaysia. Malaysia sambut positif usulan Indonesia untuk mengharmonisasikan standar international bersama," tutur eks Menteri Perindustrian tersebut.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) kini bertambah empat anggota negara yang baru bergabung. Keempat negara tersebut Kolombia, Honduras, Papua Nugini, dan Nigeria.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia optimis dengan bertambahnya empat negara ini justru akan menambah posisi tawar CPOP di dunia internasional.

"Posisi tawar dalam memerangi kampanye negatif terhadap sawit di Uni Eropa," ujar Airlangga.

Ilustrasi bantuan sosial

Pemerintah Siapkan Stimulus Puluhan Triliun untuk Warga, Ini Daftar Bantuan dan Insentif yang Segera Jalan

Pemerintah sudah stimulus ekonomi berupa bantuan beras, subsidi upah, diskon Nataru, insentif pajak, magang, dan KPR bersubsidi mulai akhir 2026 hingga 2027.

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut