DPR Dukung Penyuluh Pertanian Pakai Sistem Artificial Intelligence

Lahan pertanian.
Sumber :

VIVA – Anggota Komisi IV DPR, Mindo Sianipar mendukung sejumlah program Kementerian Pertanian, salah satunya membentuk Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostra Tani) yang digagas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. 

Mindo mengatakan, program ini diharapkan menjadi salah satu penyemangat para penyuluh pertanian dalam mendampingi petani selama bercocok tanam. Dukungan ini pun telah disampaikannya dalam rapat kerja DPR dengan Kementan di Komisi IV awal pekan ini

"Ini sangat bagus karena Pak Menteri kelihatanya ingin membangun pertanian dari pinggiran," ujar Mindo dikutip dari keterangannya, Rabu 20 November 2019. 

Menurut Mindo, DPR juga mendukung perampungan data yang dilakukan Syahrul dalam mengawali 100 hari kerjanya. Langkah Syahrul yang dinilai bekerja cepat ini merupakan langkah positif yang patut didukung oleh semua pihak.

"Kalau saya lihat eksekusi gayanya Menteri sekarang itu gaya mantan gubernur Sulsel ya. Jadi semuanya serba cepat dan terukur. Mudah-mudahan eksekusinya sesuai dengan perencanaannya. Tentu DPR mendukung itu semua," katanya.

Mindo menambahkan, pembentukan Kostra Tani dan juga perampungan data adalah dua elemen penting yang akan saling terikat dalam mengentaskan berbagai persoalan di sektor pertanian.

"Ya kita tunggu gebrakan Mentan Syahrul soal data dan Kostra Tani. Semoga berjalan dengan baik dan bisa diimplementasikan untuk kepentingan rakyat," katanya.

Hal senada diungkapkan anggota Komisi IV lainya, Endang Setyawati Thohari. Meski demikian, dia berharap Kementerian Pertanian juga memperhatikan masukan dari DPR seperti pembangunan embung, pembangunan sumber daya manusia dan penerapan Alsintan.

Relawan Jokowi Usulkan Syahrul Yasin Limpo Dicopot, Nasdem Tak Terima

"Jangan lupa bahwa Kementan memiliki tanggung jawab pada pengembangan SDM dan lain-lain," katanya

Menanggapi hal tersebut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pembangunan Kostra Tani merupakan proyek jangka panjang yang sudah dilengkapi sistem artificial intelligence atau kecerdasan buatan untuk membangun pertanian sampai sudut pinggiran.

Rumah Ekonomi Rakyat: SYL Nahkoda Tangguh, Selamatkan Krisis Pangan

"Kita akan tarik semua komponen di desa untuk bersatu membangun pertanian. Kita juga akan melibatkan Babinsa dan Babinkamtibmas dalam mendukung program pertanian," katanya.

Selanjutnya, kata Syahrul, Kementan juga memiliki rencana kerja jangka panjang dan target utama berbasis manufaktur. Rencana tersebut diharapakan mampu membawa nilai ekonomi yang lebih tinggi. Karena itu, Kementan juga terus mendukung deregulasi perundangan yang menghambat investasi.

Pemerintah Lepas Ekspor Produk Pertanian Senilai Rp1,2 Triliun

"Untuk melaksanakan seluruh kegiatan dan pencapaian target tersebut, kami telah mendistribusikan anggaran 2020 sebesar Rp21,05 triliun ke 11 eselon 1 seperti Badan Litbang yang mendapat tambahan Rp100 miliar, dan PPSDM dengan anggaran Rp2.04 triliun dari sebelumnya yang hanya 1,70 triliun," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Fadjri Jufri menyampaikan, rencana kerja tahun depan adalah merealisasikan dan mengimplementasikan penggunaan pupuk dari bahan organik untuk meningkatkan jumlah produksi. 

"Kombinasi unsur mikro dan makro atau bahan organik dan non organik harus seimbang, sehingga produksi di beberapa daerah bisa tercapai dengan baik. Kombinasi ini memang harus kita dorong cepat, sehingga ada tambahan peningkatan produksi pangan," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, Kementan juga akan memperkuat program penguatan penyuluh dengan membangun sarana dan prasarana sampai di tingkat kecamatan.

"Misalnya ada sarana yang rusak kita renovasi, kemudian menambah komputer lengkap dengan modem internet, juga penambahan roda dua dan sebagainya yang terkait dengan sarana prasarana penyuluh dan penyuluhan," katanya.

Di samping itu, kata Dedi, Kementan juga fokus meningkatkan kapasitas penyuluh melalui bimbingan teknis teknologi untuk meningkatkan produksi dan memperbaiki data entry secara online agar semua kegiatan penyuluh bisa diakses dari kantor pusat di Jakarta.

"Produktivitas padi secara nasional saat ini rata-rata hanya 5,3 ton per hektare. Padahal teknologi ada yang sampai 12 ton per hektare dengan varietas inpari 42. Kemudian jagung juga rata-rata sekarang hanya 5 ton per hektare. Padahal melalui inovasi teknologi, produksi jagung bisa mencapai 20 ton per hektare. Itulah pentingnya bimtek dan data entry," tegasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya