Airlangga Minta Semua Produk UMKM Berstandar SNI

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto
Sumber :
  • Dok. Kemenperin

VIVA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto, meminta semua produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI).

img_title Jerman Bidik Proyek Energi Terbarukan RI, Investasi US$1,23 Miliar Sudah Mengalir

Menurutnya, SNI pada semua produk diperlukan karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut setiap produk untuk semakin memiliki daya saing tinggi. Terlebih, kini dunia industri kita tengah memasuki era Industri 4.0. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Produk yang tidak berkualitas akan sulit bersaing dengan produk lain yang memiliki kualitas yang lebih baik,” kata dia seperti dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 21 November 2019.

img_title Airlangga Buka Suara soal Desil Bansos yang Bikin Warga Kaget: Basisnya Data Sensus

Oleh karena itu, lanjut Airlangga, penerapan standar menjadi elemen penting bagi pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing produk nasional dan memperluas akses pasar global. 

Standarisasi digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan mutu, efisiensi produksi, memperlancar transaksi perdagangan, serta mewujudkan persaingan usaha yang sehat dan transparan.

img_title Menko Perekonomian Airlangga Naikkan Perluas Akses UMKM Indonesia, Dorong Usaha Naik Kelas

“Demi menunjang semua itu, infrastruktur mutu nasional sangat dibutuhkan untuk meningkatkan penerapan SNI di Indonesia,” ujar Menko Airlangga. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia berharap, kemitraan antara Pemerintah dan pihak swasta terus dilakukan demi memperkuat infrastruktur mutu nasional. Pemerintah akan berperan menjadi fasilitator dan katalisator bagi tumbuhnya iklim usaha yang kondusif demi meningkatkan kualitas produk barang dan jasa, agar mampu menguasai pasar domestik dan pasar global. 

“khususnya kepada industri kecil dan menengah. Sebagai salah satu roda penggerak perekonomian nasional, IKM perlu diberikan pembinaan untuk pemenuhan standar agar mampu bersaing dengan produk impor,” tuturnya.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto

Pemerintah Jelaskan Maksud Istilah Masyarakat Simpan 1.800 Ton Emas 'di Bawah Bantal'

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut terdapat sekitar 1.800 ton emas masyarakat yang masih disimpan “di bawah bantal” dengan nilai mencapai USD 252 miliar

img_title
VIVA.co.id
23 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut