Mengintip Pandangan Investasi Tabungan Emas Secara Syariah

Petugas menunjukkan imitasi emas logam mulia produk PT Aneka Tambang (Antam) yang dipamerkan di gerai Antam.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

VIVA – Dalam sudut pandang ekonomi syariah, pola investasi emas sebenarnya lebih ditujukan untuk menjaga nilai kekayaan, dibandingkan tendensi untuk menimbun kekayaan itu sendiri.

img_title Beli Emas untuk Investasi? Ini Cara Main Aman agar Tak Menyesal saat Menjualnya

Hal itu diutarakan Kepala Divisi Inovasi Produk Keuangan Syariah dari Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), Yosita Nur Wirdayanti, yang menyebut bahwa produk tabungan emas merupakan terobosan yang sangat baik dan telah dilakukan oleh sejumlah pihak, misalnya oleh Pegadaian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Karena melalui fitur tabungan emas ini, para nasabah bisa melihat harganya secara real time," kata Yosita di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat 29 November 2019.

img_title Dari Transaksi Kecil hingga Rugi Miliaran Rupiah, Begini Cerita Korban Investasi Emas yang Seret Influencer JC dan KL

"Sehingga masyarakat memiliki akses untuk berinvestasi emas, dan tidak perlu menunggu uang banyak terlebih dahulu sebelum membelinya," ujarnya.

Karenanya, Yosita menegaskan bahwa aspek sosialisasi dan edukasi melalui pemasyarakatan literasi tentang investasi emas itu, harus lebih digencarkan lagi di masyarakat.

img_title 86 Korban Dugaan Penipuan Investasi Emas Lapor Bareskrim, Influencer Inisial JC dan KL Disebut, Siapa?

Agar, selain bisa memahami keunggulannya, para calon nasabah tabungan emas itu juga bisa mengetahui tempat jual beli emas yang aman dan minim risiko.

"Karena kan sebelum kita berinvestasi emas, kita juga harus memastikan bahwa literasi kita cukup, guna menjamin keamanan dalam berinvestasi," ujar Yosita.

Di sisi lain, Yosita mengakui bahwa dalam rentang waktu pendek, dinamika harga emas memang memiliki tingkat naik dan turun. Namun, dalam jangka panjang, harga emas cenderung naik dan dinilai cukup bisa bertahan menghadapi inflasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Secara jangka pendek, belum tentu emas akan menguntungkan karena harga beli dan jual ada selisihnya," tutur Yosita.

"Namun emas lebih cocok untuk investasi jangka panjang, karena nilainya yang tahan terhadap inflasi dan harganya yang juga cenderung naik," ujarnya.

Ilustrasi Emas.

Permintaan Emas di Indonesia Naik 40 Persen pada Kuartal II 2026

Berdasarkan laporan Gold Demand Trends yang dirilis World Gold Council pada Juli 2026, permintaan emas di Indonesia mencapai 15 ton atau meningkat 40 persen

img_title
VIVA.co.id
21 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut