RI Dinilai Perlu Tambah Cadangan Devisa Emas agar Aman Gejolak Ekonomi

Emas batangan
Sumber :
  • CNBC

VIVA – Komisi Nasional Keuangan Syariah atau KNKS menyebut, apabila sebuah negara memiliki cadangan devisa atau cadev berbentuk emas, bisa dipastikan bahwa negara itu akan lebih tahan terhadap guncangan ekonomi termasuk krisis.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.590 usai Rilis Cadangan Devisa Agustus 2026 dan Ancaman Iran soal Infrastruktur Minyak di Teluk

Sebab, Kepala Divisi Inovasi Produk Keuangan Syariah KNKS, Yosita Nur Wirdayanti menilai, selama ini cadangan devisa dalam bentuk emas, terbukti memang cukup mampu bertahan terhadap inflasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sementara, Indonesia sendiri cadev dalam bentuk emasnya masih sangat kecil, yakni antara 2,9 persen sampai tiga persen dari total cadev negara, atau setara 78,5 ton emas," kata Yosita di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat 29 November 2019.

img_title Cadangan Devisa di Akhir Agustus 2026 Capai US$146 Miliar, Bos BI Ungkap Kapasitasnya untuk Perkuat Rupiah

Karenanya, Yosita menilai, pemerintah perlu meningkatkan cadev emas, guna meminimalisir gejolak ekonomi global. Sebab, cadev emas di bank sentral Indonesia saat ini tergolong masih cukup rendah. 

"Amerika itu cadangan devisa dalam emas sekitar 8.000 ton, Rusia 2.000 ton, dan itu hanya 19,1 persen dari total cadev. Sementara, China 2,5 persen dari total cadev," ujar Yosita.

img_title Rupiah Menguat ke Rp 17.810 Dipengaruhi Cadangan Devisa Juli dan Ketegangan Iran-AS di Timur Tengah

Dia menambahkan, sebenarnya tidak ada aturan internasional soal ketentuan batas minimum sebuah bank sentral, untuk memiliki cadev berbentuk emas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, lanjut Yosita, banyak pihak yang dinilai sepakat bahwa semakin banyak emas yang dimiliki oleh bank sentral sebagai pundi-pundi cadangan, maka negara itu akan lebih siap menghadapi gejolak ekonomi termasuk krisis.

"Memang tidak ada ketentuan cadev dalam bentuk emas itu berapa, sebab itu bukan mandatory. Sehingga, kebijakan cadev emas itu masing-masing negara berbeda," ujarnya. (asp)

IHSG

IHSG Kembali Menguat Pagi Ini, Pasar Menanti Arah The Fed dan Data Cadangan Devisa

IHSG pagi hari ini dibuka menguat sebesar 0,28% ke level 6.210,42. Investor mencermati cadangan devisa Indonesia dan risalah The Fed yang terbit dini hari.

img_title
VIVA.co.id
7 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut