Artificial Intelligence Hingga Cloud Genjot Inovasi Sektor Manufaktur
- ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
“Hal ini merupakan kelanjutan dari sistem otomasi di sektor manufaktur yang telah berkembang dari 10 tahun lalu, kemudian beralih ke arah efisiensi dan kegesitan dalam operasi,” ujarnya.
Sementara itu, Chairman Aptiknas DKI Jakarta yang juga Sekjen Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI), Franky Christian menjelaskan, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian telah membuat INDI 4.0 yang menjadi indeks acuan untuk mengukur tingkat kesiapan industri manufaktur menuju Revolusi Industri 4.0.
Hasil sementara dari INDI 4.0, sebanyak 326 perusahaan manufaktur telah melakukan assessment dan bersiap untuk bertransformasi menuju revolusi industri 4.0.
“Kondisi ini juga mendorong adopsi yang lebih cepat untuk cloud computing, artificial intelligence, machine learning, dan IoT,” kata Franky.
Head of Advisory Service Asia Pacific Ovum, Andrew Milroy juga menilai, sektor manufaktur membutuhkan solusi teknologi digital untuk mengefisienkan operasional produksi. Sehingga lebih terukur dan sesuai permintaan pasar.
“Tren yang terjadi di manufaktur antara lain produksi massal akan tergantikan dengan custome production sesuai kemauan konsumen, dengan bantuan teknologi digital seperti artificial intelligence, machine learning, cloud, dan IoT,” paparnya.