Perlahan tapi Pasti, China Gusur Teknologi Komputer AS dari Negaranya

Presiden China Xi Jinping (Foto Ilustrasi)
Sumber :
  • China Xinhua News

VIVA – Pemerintah China memerintahkan seluruh peralatan komputer termasuk perangkat lunaknya yang merupakan bikinan asing harus dicopot dari perkantorran dan institusi publik dalam waktu tiga tahun ini.

img_title Teknologi Mulai Ambil Alih Pekerjaan Harian

Dilansir The Guardian, perintah langsung dari pemerintah China tersebut merupakan respons untuk mengekang penggunaan produk komputer Amerika Serikat seperti HP, Dell dan Microsoft. Hal ini juga dilakukan sebagai balasan atas perintah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang meminta minimalisasi penggunaan teknologi China menyusul perang dagang yang masih berlangsung antara dua negara. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perang dagang antara Amerika Serikat dan China kini bak berubah menjadi perang dingin di bidang teknologi dan informatika.

img_title AI Bukan Lagi Sekadar Tren, 69 Persen Pekerja Indonesia Sudah Memakainya

Diketahui bahwa pemerintahan Donald Trump juga melarang perusahaan Amerika Serikat melakukan bisnis dengan perusahaan telekomunikasi China seperti Huawei. Buntutnya, Google, Intel dan Qualcomm telah mengumumkan bahwa mereka memang sudah membekukan kerja sama dengan Huawei tahun ini.

Dengan sikapnya itu Trump ingin memastikan bahwa perang antara dua negara ekonomi terbesar dunia tersebut pada akhirnya adalah perang teknologi. Setidaknya prediksi tersebut untuk dua dekade mendatang.

img_title 7 Teknologi Menarik yang Muncul di Snapdragon Summit 2026, Bukan Cuma Soal Chip HP

Akhirnya, Beijing melalui perintah Partai Komunis China juga mengumumkan pembatasan hingga rencana pelenyapan penggunaan teknologi asing khususnya milik AS di negaranya. Di sisi lain China berupaya hanya bergantung pada teknologi dan informatika produk domestiknya.

Sementara Financial Times melaporkan setidaknya atas perintah ini, 20 juta hingga 30 juta unit perangkat keras komputer harus digantikan. Hal tersebut akan dimulai pada 2020 mendatang. Sementara substitusi diperkirakan mulai dilakukan 30 persen tahun depan, 50 persen tahun 2021 dan 20 persen pada 2022.

Ilustrasi teknologi pendidikan. (foto: dok/ugm)

Siswa Diajak Gunakan AI dan Data untuk Solusi Lingkungan Berbasis STEAM

Siswa diajak memanfaatkan AI, data, dan pendekatan STEAM untuk memahami persoalan lingkungan. Pembelajaran ini mendorong kreativitas, berpikir kritis, serta merancang.

img_title
VIVA.co.id
1 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut