Cara Pintar Pengelolaan Keuangan untuk Youtuber
- Instagram.com/@riaricis1795
Dengan penghasilan yang naik turun seperti itu, penting sekali untuk membuat catatan keuangan, untuk mengetahui berapa besar pengeluaran tetap yang harus dikeluarkan setiap bulan. Belum lagi, harus dipikirkan juga biaya kesehatan dan benefit-benefit lain yang tidak didapatkan layaknya karyawan kantoran. Penting bagi seorang youtuber untuk menyisihkan pendapatan yang diperolehnya setiap bulan. Nah, tantangannya adalah bagaimana menyisihkan dari penghasilan, tinggal menyesuaikan besaran jumlahnya.
Kuncinya di catatan keuangan
Idealnya, kita bisa menyisihkan minimal 20 persen dari penghasilan yang diterima. Namun, saat penghasilan besar, tidak ada salahnya menambahkan porsi tersebut. Dari catatan keuangan yang dibuat, akan mudah terlihat berapa yang bisa kita sisihkan setiap bulannya untuk biaya operasional. Penting juga untuk membuat dana darurat.
Pastikan dana simpanan anda bekerja
Setelah kita bisa menyisihkan penghasilan, ada baiknya dana tersebut kita investasikan juga agar berkembang. Jadi, tidak hanya kita saja yang susah payah bekerja mencari uang, tapi kita juga harus pastikan uang yang kita sisihkan juga bekerja, tidak diam saja di tabungan.
Bagi youtuber yang sewaktu-waktu perlu untuk menggunakan ‘dana jaga-jaga’, baiknya investasikan dananya di instrumen investasi dengan risiko rendah dan likuid (bisa dicairkan kapan saja). Reksa dana pasar uang dapat menjadi pilihan pilihan instrumen investasi yang tepat untuk keperluan ini karena memiliki karakteristik imbal hasil yang kompetitif dengan deposito dan bisa dicairkan kapan saja karena tidak ada jangka waktu investasi.
Memiliki impian atau cita-cita sebagai youtuber tidak ada salahnya. Ada juga yang memulai profesi youtuber saat masih muda (usia sekolah) ataupun ketika sudah bekerja (sebagai pekerjaan sampingan). Tidak ada yang tidak mungkin. Apa pun itu, jangan setengah-setengah mengerjakannya.