Menteri Basuki: Normalisasi atau Naturalisasi Sama, Sungai Dilebarkan

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.
Sumber :
  • Dokumentasi Kementerian PUPR.

VIVA – Pengelolaan sungai di Jakarta kembali jadi sorotan pascabanjir yang melanda usai pergantian tahun. Setidaknya ada dua konsep yang menjadi perdebatan selama ini, yakni normalisasi dan naturalisasi sungai Ciliwung. 

img_title Update! 52 RT di Jakarta Terendam Banjir, Ketinggian Air 30-140 Cm

Normalisasi sungai Ciliwung digaungkan oleh Joko Widodo saat menjadi Gubernur DKI Jakarta di mana sisi sungai dibuat menggunakan beton. Lalu, Anies Baswedan, sebagai Gubernur DKI Jakarta, memunculkan konsep naturalisasi atau tanpa menggunakan beton, melainkan melalui penanaman pohon yang kemudian tujuannya agar air menyerap secara natural.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR, Basuki Hadimuljono, menilai konsep normalisasi maupun naturalisasi sama saja. Menurutnya, sungai tersebut memang harus dilebarkan demi mencegah banjir yang lebih besar.

img_title Terpopuler: Banjir Jakarta, Shell Super Langka, dan Tes Psikologi SIM

"Naturalisasi atau normalisasi sama, kan sudah banyak dibahas, semua butuh dilebarkan," kata Basuki di kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Jumat 3 Januari 2020. 

Dia melanjutkan, pihaknya membenahi dari hulu sampai ke hilir. Di bagian hulu, akan dibangun bendungan, dan dipercepat agar selesai pada tahun ini, di antaranya adalah bendungan Ciawi dan Sukamahi.

img_title Pengguna Mobil dan Motor Wajib Tahu Titik Banjir Jakarta Hari Ini

Basuki optimis ini bisa diselesaikan tahun ini lantaran 90 persen lahannya sudah bebas. Lalu, di bagian tengah, adalah konsep normalisasi atau naturalisasi juga akan dilakukan.

"Di video Pak Anies juga sama, (sungai) dilebarkan kemudian dibikin supaya penampung air lebih banyak. Kayak KBT (Kanal Banjir Timur) itu, sekarang kan itu Kelapa Gading kan sudah enggak kebanjiran jadi itu tetap Pemprov  tugasnya membebaskan lahan, kami membangun. Itu kolaborasi," ucap dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketiga, Basuki melanjutkan, adalah pembuatan sodetan dari sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT). Melalui konsep ini diyakini air bisa dialirkan dengan baik.

"Sudetan yang dari Ciliwung ke KBT 60 meter kubik per detik. Itu akan membantu sekali mengurangi debit banjir yang di Ciliwung," ucap dia. 
 

Banjir Jakarta Meluas

Update Banjir Jakarta Siang Ini: 147 RT Terendam, Air di Sejumlah Wilayah Tembus 1,7 Meter

Update banjir Jakarta Minggu siang, 147 RT dan 19 ruas jalan masih terendam. BPBD DKI menyebut ketinggian air mencapai 1,7 meter dan puluhan warga mulai mengungsi.

img_title
VIVA.co.id
8 Maret 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut