Pembangunan Infrastruktur Dituding Penyebab Banjir, Ini Kata Basuki

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.
Sumber :
  • Dokumentasi Kementerian PUPR.

VIVA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono membantah banjir di beberapa wilayah Jabodetabek karena masifnya pembangunan infrastruktur tanpa mengindahkan lingkungan. Hal ini senada dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan yang tidak mau menyalahkan pembangunan infrastruktur.

img_title Update! 52 RT di Jakarta Terendam Banjir, Ketinggian Air 30-140 Cm

Basuki pun meyakini masifnya pembangunan infrastruktur tidak mengurangi daerah resapan air.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Enggak, enggak lah (infrastruktur mengurangi daerah resapan). Di mana?" kata Basuki di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 3 Januari 2020.

img_title Terpopuler: Banjir Jakarta, Shell Super Langka, dan Tes Psikologi SIM

Basuki pun memastikan pembangunan infrastruktur secara keseluruhan seperti misalnya jalan tol sudah memiliki kajian analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL). 

Sementara itu, terkait AMDAL yang rencananya juga akan disederhanakan melalui Omnibus Law nanti, Basuki menegaskan, itu hanya untuk Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) permukiman.

img_title Pengguna Mobil dan Motor Wajib Tahu Titik Banjir Jakarta Hari Ini

"RTRW yang itu (Omnibus Law) untuk permukiman. Kalau mau bikin permukiman enggak perlu lagi Amdal. Wong sudah di dalam (kawasan), kecuali kalau di luar," kata dia. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ditegaskan apakah penghapusan AMDAL di RTRW permukiman akan menyebabkan masalah banjir, Basuki menyebut, kebijakan itu nantinya akan berbasis risiko atau risk base. Dia meminta sabar menunggu poin-poin Omnibus Law nantinya.

"Kita lihat Omnibus Law seperti apa. Yang sekarang rezimnya yang mempunyai risk based apa, saya lupa," kata dia. 

Banjir Jakarta Meluas

Update Banjir Jakarta Siang Ini: 147 RT Terendam, Air di Sejumlah Wilayah Tembus 1,7 Meter

Update banjir Jakarta Minggu siang, 147 RT dan 19 ruas jalan masih terendam. BPBD DKI menyebut ketinggian air mencapai 1,7 meter dan puluhan warga mulai mengungsi.

img_title
VIVA.co.id
8 Maret 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut