Menlu RI Kontak Dubes AS dan Iran, Harap Ketegangan Turun

Pidato Menlu Retno Marsudi soal polugri
Sumber :
  • VIVAnews/Dinia Adrianjara

VIVA – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, pemerintah Indonesia ikut berperan untuk mendinginkan suasana. Terkait konflik antara Amerika Serikat dengan Iran.

img_title Korban Serangan AS ke Iran Bertambah, 7 Tentara dan Lebih dari 30 Warga Sipil Dilaporkan Tewas

Retno mengatakan, ia sudah melakukan komunikasi dengan kedua duta besar negara tersebut. Harapannya, eskalasi tidak terus memanas dan bisa turun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tadi saya sampaikan kepada bapak Presiden laporan teman-teman tadi juga dengar bahwa kita terus berusaha untuk menyampaikan pesan agar eskalasi tidak berlanjut. Saya sudah menyampaikan pesan ini juga melalui duta besar Amerika, duta besar Iran di Jakarta," jelas Menlu Retno, di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis 9 Januari 2020.

img_title Selat Bab el-Mandeb Jadi Ancaman Baru Iran, Penutupan Jalur Ini Berpotensi Picu Lonjakan Harga Minyak

Upaya lain yang dilakukan Indonesia, adalah dengan berkomunikasi ke Vietnam. Karena saat ini, negara itu menjadi presidensi atau memimpin Dewan Keamanan PBB. Sehingga ketegangan yang terjadi, bisa turun dan tidak memicu aksi-aksi balasan atau lanjutan.

"Beliau sudah ada di New York. Intinya adalah kita mengharapkan dengan Presidensi Vietnam, Vietnam juga dapat terus mengupayakan agar de-eskalasi dapat terjadi," katanya.

img_title AS Kembali Gempur Iran Selama 5 Jam, Target Militer di Bandar Abbas hingga Abu Musa Diserang

Meski harapan eskalasi menurun, tetapi Retno menegaskan bahwa segala kemungkinan tetap dilakukan. Termasuk kemungkinan yang lebih buruk. Sebab dampaknya terhadap WNI yang ada di Iran atau bahkan di Irak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Retno menyebut, WNI yang terdaftar berada di Iran sebanyak 400 orang. Jumlah itu bisa lebih. Sementara di Irak sebanyak lebih kurang 800 WNI. Maka opsi evakuasi sudah disiapkan dengan sangat matang jika kondisi semakin memburuk.

"Kita siap jadi semuanya sudah matang. Semuanya tentunya akan terkait dengan situasi tempat ya mudah-mudahan teman-teman situasi tidak akan lebih buruk dari sekarang. Kita terus melakukan komunikasi dengan semua pihak yang terkait. Jadi seperti biasa kita karena kita duduk di DK, kita terus berkomunikasi dengan semua pihak untuk mendeskalasi," jelas Retno.

Ilustrasi Bendera Iran

Iran Ancam Gelapkan Negara Teluk jika AS Serang, Pembangkit Listrik Jadi Target

Iran mengancam akan menyerang pembangkit listrik negara Teluk jika Amerika Serikat menyerang Iran. Ancaman ditujukan khususnya ke negara yang memiliki markas AS.

img_title
VIVA.co.id
8 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut