Lima Kelompok Ini Harus Diprioritaskan dalam Masalah Perumahan

Program Rumah Murah
Sumber :
  • Dok. Kementerian PUPR

VIVA – The HUD Institute mencatat bahwa masalah kesejahteraan sosial di kawasan perkotaan, memiliki sifat yang multi dimensional. Sehingga, dimensi perumahan rakyat, pemukiman, dengan pemenuhan hak bermukim secara inklusif, semestinya juga harus dijadikan prioritas.

img_title Wamen PKP Fahri Hamzah Soroti Tanah Jadi Biang Kerok Harga Rumah Mahal

Karenanya, Ketua Umum The HUD Institute, Zulfi Syarif Koto menekankan, saat ini diperlukan paradigma baru dan pendekatan utuh, melalui sistem penyelenggaraan perumahan rakyat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Agar pemenuhan hak bermukim, terutama bagi kelompok sasaran yang rentan secara ekonomi, juga bisa terjamin," kata Zulfi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa 14 Januari 2020.

img_title Fahri Hamzah: Qatar Komitmen Bangun 1 Juta Rumah di RI Dukung Program Prabowo

Mengenai siapa saja kelompok yang rentan secara ekonomi dalam konteks pemenuhan kebutuhan akan pemukiman tersebut, Zulfi pun menjelaskannya lebih lanjut.

Dia membagi lima kelompok sasaran yang disebut sebagai kelompok rentan tersebut, yakni Masyarakat Berpenghasilan Menengah Bawah (MBMB), Masyarakat Berpenghasilan Rendah-Formal (MBRF), dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah-Non Formal (MBRNF).

img_title BRI Info Lelang Beri 6 Rekomendasi Rumah Murah di Jabodetabek

Kemudian, ada juga Keluarga Pra Sejahtera (PS), dan terakhir, adalah Fakir Miskin (FM) sebagai salah satu kelompok rentan yang terbatas secara ekonomi, dan sering tersisihkan dalam kehidupan di kawasan perkotaan.

Karenanya, lanjut Zulfi, guna mewujudkan pemenuhan hak bermukim bagi lima kelompok sasaran di atas, diperlukan upaya terobosan, serta inovasi yang bisa mengakomodir hal-hal tersebut.

Hal itu termasuk dari sisi penyediaan, sisi permintaan, dukungan finansial, dan bahkan juga berbagai model kemitraan, serta pemanfaatan aset dalam penyelenggaraannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Serta memposisikan perumahan rakyat sebagai barang kebutuhan utama masyarakat atau Quasi Public Goods, yang dapat dipenuhi rakyat atau masyarakat tertentu," kata Zulfi.

"Seperti misalnya pada lima kelompok tersebut, dan tentunya juga harus terjangkau tanpa adanya persaingan, terutama pada harga dan biaya serta kebijakan terkait hal tersebut," tambahnya.

Perang Ukraina vs Rusia.

Warisan Uni Soviet Jadi Titik Lemah Ukraina di Musim Dingin

Kota-kota di seluruh Uni Soviet, termasuk Ukraina, jadi fokus program pembangunan besar-besaran yang diluncurkan pada 1950-an untuk memproduksi rumah murah secara massal.

img_title
VIVA.co.id
26 Januari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut