Harga Karet Rendah, Produktivitas Petani Terancam

 Ketua Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia atau APBI, Aziz Pane
Ketua Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia atau APBI, Aziz Pane
Sumber :
  • VIVAnews/Mohammad Yudha Prasetya

VIVA – Ketua Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia atau APBI, Aziz Pane mengaku, industri ban nasional saat ini khawatir karena sumber bahan baku karet semakin terbatas. Para petani karet terancam produktivitasnya.

Hal itu terkait dengan sejumlah masalah teknis dalam usaha perkebunan karet, seperti misalnya wabah penyakit gugur daun karet (pestalotiopsis), serta rendahnya harga karet di pasaran sehingga kerap merugikan para petani.

"Sehingga para petani karet itu cenderung enggan menanam karet lagi, dan dikhawatirkan nanti karet ini akan habis," kata Aziz di kantor Kadin, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin 20 Januari 2020.

"Sedangkan kami ini yang berada di industri ban di Tanah Air, kami kan jelas butuh bahan baku karet ini," ujarnya.

Karenanya, Aziz meminta pemerintah agar bisa turun tangan mengatasi masalah ini untuk menggairahkan kembali industri karet nasional.

Seperti misalnya melakukan riset dan pengembangan terkait potensi karet sebagai bahan bakar nabati (BBN), atau pengembangan industri lain, seperti misalnya produk plastik dari bahan karet.

Tujuannya tak lain adalah agar penyerapan hasil karet ini bisa meningkat, dengan adanya sejumlah kebutuhan akan bahan baku di sektor baru, yang diharap mampu menaikkan harga karet, dan menyejahterakan para petaninya.