Jasa Reasuransi Luar Negeri Bikin RI Tambah Defisit 

Ilustrasi transaksi
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

VIVA – Kementerian Keuangan mulai menaruh perhatian terhadap masih banyaknya perusahaan asuransi di Indonesia yang menggunakan jasa reasuransi asal luar negeri. Hal itu turut memberikan tekanan terhadap defisit transaksi berjalan dalam neraca pembayaran Indonesia.

img_title Potensi Klaim Asuransi Akibat Karhutla di Kalteng Sebesar Rp 455,82 Juta

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Isa Rachmatarwata, menjelaskan masih besarnya peran perusahaan jasa reasuransi dari luar negeri di Indonesia memang disebabkan tidak mampunya perusahaan asuransi domestik mencari perusahaan serupa di Tanah Air.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jasa asuransi kita masih banyak mengandalkan reasuransi dari luar negeri karena kita enggak mampu menanggung semuanya sendiri," tutur Isa di Gedung Parlemen Senayan Jakarta, Senin 20 Januari 2020.

img_title PAAI Ungkap Masalah Keadilan Pajak bagi Agen Asuransi, Sandiaga Uno Soroti Tantangan Penjualan

Akibatnya, defisit transaksi berjalan dari sektor jasa asuransi dan dana pensiun terus mengalami pelebaran. Berdasarkan catatan Bank Indonesia, defisit transaksi berjalan jasa tersebut pada kuartal III 2019 mencapai US$203 juta.

Catatan itu mengalami kenaikan sekitar 30,1 persen jika dibandingkan realisasi defisit kuartal III 2018 yang sebesar US$163 juta, sedangkan jika dibandingkan kuartal II 2019 yang mengalami defisit sebesar US$179 juta maka kenaikannya sebesar 13,4 persen.

img_title Asuransi Malpraktik Medis Jadi Perlindungan Finansial Dokter, Ini Manfaatnya

Pada kuartal III 2019, ekspor jasa asuransi dan dana pensiun hanya mencapai US$18 juta dolar sedangkan impor nya mencapai US$220 juta. Posisi ekspor tersebut tidak mengalami pergerakan bila dibandingkan posisi kuartal III 2018 sedangkan impor nya mengalami kenaikan karena pada periode itu sebesar US$181 juta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita akan dalami bidang-bidang apa yang paling memberikan kontribusi defisit (current account deficit)," tegas Isa.

Sebagai informasi, Bank Indonesia mencatat, defisit transaksi berjalan atau current account deficit pada periode kuartal III 2019 sebesar US$7,7 miliar atau 2,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), lebih rendah dibandingkan dengan defisit pada kuartal sebelumnya yang mencapai US$8,2 miliar atau 2,9 persen dari PDB. (ren)

ilustrasi asuransi.

Asuransi Fleksibel Jadi Alternatif Perlindungan Sesuai Kebutuhan Konsumen

Asuransi kini memberikan perlindungan finansial dengan berbagai pilihan manfaat, masa pertanggungan, hingga premi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

img_title
VIVA.co.id
23 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut